Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Pemeriksaan Covid-19 dengan Keringat Ketiak Diuji Coba, Akurasinya 91%

I-nose C-19. Dok/Kemenristek

Topcareer.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah melakukan uji coba alat pemeriksaan covid melalui bau ketiak di beberapa rumah sakit, salah satunya RSI Ahmad Yani, Surabaya.

Bahkan menurut guru besar ITS, Prof Riyanarto Sarno, alat yang diberi nama i-nose ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

“i-nose c-19 saat ini keefektifannya sudah mencapai minimum 91 persen. Diharapkan dengan semakin banyaknya sampel yang diuji cobakan pada alat ini nantinya semakin dapat membantu keakuratannya,” jelasnya pada Senin (22/2/2021).

Meski demikian, Riyanarto menegaskan bahwa i-nose ini bukan sebagai pengganti tes swab PCR. Tetapi hanya alat skrining atau deteksi awal Covid-19 sebelum seseorang melakukan swab PCR dan sebagai alternatif untuk mempercepat proses skrining.

Baca juga: 4 Nasihat Karier Ini Boleh Kamu Abaikan

“Dengan hadirnya i-nose c-19 ini luar biasa menjawab kebutuhan, juga sudah memenuhi kaidah skrining sehingga bisa dipakai untuk massa. Namun cara kerja i-nose c-19 pun berbeda dengan rapid test berbasis antibodi maupun rapid antigen,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui, i-nose c-19 ini mendeteksi bau yang berasal dari Volatile Organic Compound (VOC) yang terdapat dalam keringat ketiak.

Oleh sebab itu, pengambilan sampel dilakukan dengan menghisap bau keringat melalui selang kecil. Kemudian disalurkan ke deretan sensor (sensor array) pada i-nose c-19.

Setelah itu, gas bau tersebut akan diubah menjadi sinyal listrik dan diolah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan