Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, April 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Airbnb Catat Kerugian Rp55,5 Triliun pada Kuartal Empat

(pixabay)

Topcareer.id – Perusahaan pemesanan persewaan, Airbnb umumkan bukukan kerugian bersih USD3,89 miliar pada kuartal keempat atau sekitar Rp55,5 triliun, lantaran penurunan pendapatan dan pemesanan layanan. Kerugian itu turun 1.005% daripada kerugian USD352 juta setahun sebelumnya.

Perusahaan itu mengumumkan pendapatannya pada kuartal IV, yakni USD859 juta. Airbnb mengaitkan sebagian besar kerugian dengan biaya yang berhubungan dengan penawaran umum perdana (IPO) perusahaan pada bulan Desember.

Pendapatan turun menjadi USD859 juta, turun 22% dari tahun ke tahun dari USD1,11 miliar. Pendapatan kuartal keempat juga turun hampir 36% dari USD1,34 miliar di kuartal ketiga.

CEO Airbnb, Brian Chesky  mencatat bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk menghabiskan uang sebanyak yang mereka lakukan sebelum pandemi.

“Apa yang ditunjukkan pandemi adalah bahwa kami dapat menurunkan pemasaran ke nol dan masih memiliki 95% lalu lintas yang sama seperti tahun sebelumnya. Kami tidak akan melupakan pelajaran itu,” kata Chesky, mengutip dari laman CNBC, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: Qantas Airlines Akan Buka Perjalanan Internasional Akhir Oktober 2021

Perusahaan juga mengumumkan bahwa mereka mengharapkan penurunan pendapatan dari tahun ke tahun pada kuartal pertama akan lebih kecil dari penurunan pada kuartal keempat.

Airbnb mengatakan pihaknya mengantisipasi bahwa perbandingan tahun ke tahun untuk nilai pemesanan bruto penginapan dan ‘experience’ yang dipesan pada kuartal pertama akan lebih tinggi daripada tahun sebelumnya tetapi lebih rendah dari kuartal pertama tahun 2019.

“Perusahaan masih memiliki visibilitas terbatas untuk tren pertumbuhan pada tahun 2021 mengingat kesulitan dalam menentukan kecepatan peluncuran vaksin dan dampak terkait pada kesediaan untuk bepergian.”

Airbnb memiliki 46,3 juta pesanan bermalam dan ‘experience’ yang dipesan pada kuartal keempat, turun 39% dari tahun ke tahun. Angka itu turun 25% dari 61,8 juta pesanan bermalam dan pengalaman yang dibukukan pada kuartal ketiga.**(Feb)

Tinggalkan Balasan