Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Ini 10 Sifat yang Paling dicari Perekrut (Bagian 2)

Dok. ICMA

Topcareer.id – Suka atau tidak, kesan pertama itu tetaplah penting. Sebuah studi dari situs pembuatan resume Zety menemukan bahwa 83% manajer perekrutan menyebut kesan pertama dari kandidat merupakan faktor penting saat membuat keputusan perekrutan.

Dan tahukah kamu bahwa yang mendorong kesan pertama sebagai poin yang paling dinilai selain penampilan yang profesional adalah sifat kamu.

“Sifat berbeda dari keterampilan,” kata pakar karier Zety Jacques Buffett. “Keterampilan adalah apa yang ada di resume. Keterampilan keras bisa menjadi bahasa pemrograman yang kamu kenal, dan keterampilan lunak mencakup kepemimpinan, kerja tim, dan komunikasi. Tapi, sifat pribadi adalah kualitas yang muncul selama wawancara. Itu adalah kesan yang kamu tinggalkan melalui sikap dan bagaimana kamu menenangkan diri sejak melangkah masuk,” ujar Buffett menjelaskan.

Dalam studi Zety, perekrut memberi peringkat top 10 pada apa yang mereka anggap sebagai sifat paling penting:

Bagian kedua dari artikel:

Ramah

Membangun tim yang bekerja sama dengan baik serta menghindari konflik yang tidak perlu membutuhkan perekrutan anggota yang ramah. Karyawan yang bersikap tidak ramah tidak akan membantu dalam membangun kepercayaan tim.

Sabar
Sifat lain yang dibutuhkan untuk bekerja dengan rekan kerja adalah kesabaran. Ketika kamu atau rekan kerja mengalami hari yang buruk, kamu akan membutuhkan kesabaran untuk menghadapinya dengan sopan dan efisien. “Dan begitu banyak pekerjaan yang memiliki elemen layanan pelanggan, baik itu dengan pelanggan atau klien atau memperlakukan orang lain dalam organisasi. Kesabaran juga dibutuhkan di sana.” Kata Buffett.

Kecerdasan emosional
Sifat ini sangat penting bagi para pemimpin yang perlu membaca emosi orang lain untuk berkomunikasi secara efektif. “Untuk merespons dengan tepat, Anda perlu memahami motivasi orang tersebut. Ada banyak bos yang buruk di luar sana, dan untuk menjadi bos yang baik Anda membutuhkan kecerdasan emosional dan kasih sayang. Karyawan bukanlah robot, melainkan tim yang terdiri dari individu unik dengan sifat dan kualitas unik.” Jelas Buffett.

Toleransi
Salah satu penyebab terbaru konflik di tempat kerja adalah politik. Sudah banyak intoleransi di tempat kerja yang terpecah menjadi banyak kubu. Mempekerjakan karyawan yang tidak toleran dapat menciptakan lingkungan yang tidak dapat dipertahankan dan perekrut pasti ingin menghindari efek negatifnya pada perusahaan.

Baca Juga: Mengapa Wanita Lebih Patuhi Keamanan Pandemi Covid-19 Dibandingkan Pria?

Pikiran terbuka
Perekrut juga mencari kandidat dengan pemikiran terbuka, yaitu seseorang yang mau mencoba cara baru dalam berbisnis dan cara kerja baru. Kantor juga penuh dengan budaya, agama, dan latar belakang politik yang berbeda-beda. “Pikiran terbuka juga mendorong toleransi,” kata Buffett.

Bagaimana perusahaan mengidentifikasi sifat kandidatnya
Kesan pertama begitu berharga, tetapi perekrut akan sering menggali lebih dalam untuk mengkonfirmasi naluri mereka. Buffett mengatakan banyak perekrut yang akan beralih ke platform media sosial seperti Facebook, Tik Tok, atau YouTube.

“Ini cara yang sangat umum untuk menemukan informasi pribadi,” katanya. “Perekrut tidak akan menemukan informasi itu di LinkedIn.” Buffett menambahkan.

Perekrut juga mengandalkan tes perilaku dan teknik profil psikologis untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian kandidat.

Sementara media sosial dan tes kepribadian menggali lebih dalam, jika kesan pertama kamu tidak bagus, perekrut tidak akan memilih untuk melanjutkannya.

Intinya bagi pencari kerja adalah memperhatikan sikap sejak saat masuk untuk melakukan wawnacara. “Bicaralah dengan teman dan kolega saat ini untuk mengetahui kesan apa yang dimiliki orang-orang tentang Anda.” kata Buffett merekomendasikan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan