Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Bagaimana Cara Hindari Ghosting dari HRD Perusahaan?

Sumber foto: Student Life Online

Topcareer.id – Ghosting, istilah berasal dari dunia kencan. Intinya adalah saat kamu tidak mendengar lagi kabar dari pacar atau tunangan kamu, karena mereka menghilang begitu saja bak ditelan bumi.

Konsep ini pun ternyata juga terjadi pada proses perekrutan karyawan, baik setelah mengirim lamaran atau setelah wawancara. Tiba-tiba saja proses tidak berlanjut tanpa kejelasan apapun dari perusahaan. Kandidat pun hanya bisa gigit jari.

Jika kamu pernah mengalami ghosting dari HRD suatu perusahaan, pengalaman itu mungkin membuat kamu mempertanyakan kemampuan yang kamu miliki.

Padahal, ada banyak alasan mengapa perekrut gagal menindaklanjut proses kandidat lebih jauh, dan alasan tersebut tidak selalu bersifat pribadi.

Tidak mengherankan jika ghosting oleh HRD ini bisa menjadi pukulan besar bagi kepercayaan diri dan motivasi kandidat, sementara waktu mencari pekerjaan yang berharga telah terbuang percuma untuk menunggu hasil yang tidak akan pernah tiba.

Baca juga: Lima Cara Hindari “Ghosting” dari Perekrut Setelah Wawancara Kerja

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Indeed, 77% pencari kerja mengatakan bahwa persepsi mereka tentang sebuah perusahaan menjadi sedikit atau secara signifikan lebih negatif jika mereka di-ghosting oleh perusahaan.

Sebagai kandidat, ada beberapa hal yang kamu bisa lakukan selama proses perekrutan, untuk meminimalkan peluang
ghosting dari HRD.

  • Saat melamar pekerjaan, buat diri kamu menonjol dengan mengirimkan resume yang disesuaikan dengan peran dan perusahaan.
  • Hindari template dan gunakan surat lamaran kamu sebagai kesempatan untuk membedakan dirimu.
  • Jika kamu berlanjut ke proses wawancara, upayakan untuk membangun hubungan baik dengan pewawancara sehingga mereka merasa terdorong untuk terus memberi kabar kepada kamu.
  • Meskipun kamu harus fokus untuk mendiskusikan mengapa kamu tepat untuk peran tersebut, jangan takut untuk berbagi koneksi atau pencapaian pribadi yang akan membuat dirimu lebih berkesan.
  • Sebelum pergi saat selesai wawancara, tanyakan kapan tepatnya kamu bisa mendapat kabar.
  • Untuk membantu kamu tetap diingat dan meminimalisir ghosting, kirim email pada pewawancara untuk berterima kasih atas waktu mereka dan mengklarifikasi langkah selanjutnya. Kamu bisa menggunakan ini sebagai kesempatan untuk menyebutkan apa pun yang kamu lupa sampaikan saat wawancara.

Jenis penjangkauan proaktif ini dapat mendorong pewawancara untuk menjawab dengan cepat hasil atau ekspektasi tentang proses yang akan datang.

Sayangnya, terkadang meskipun upaya terbaik sudah kamu lakukan, perekrut masih akan diam, bahkan jika wawancara berjalan dengan sangat baik.

Baca juga: Ingin Sukses Wawancara Kerja? Tanyakan 5 Pertanyaan Ini kepada Perekrut

Jika perekrut melakukan ghosting terhadap kamu, pikirkan tentang bagaimanapun juga beberapa pekerjaan memang mungkin layak untuk dihindari.

Meskipun tergoda untuk bersemangat tentang satu pekerjaan tertentu, untuk mengurangi kemungkinan merasakan ghosting, jangan pernah menaruh harapan ke hanya satu perusahaan.

Sering kali ada banyak peluang di luar sana. Ingatlah juga bahwa penolakan dapat membantu kamu untuk memahami kekuatan dan kelemahan diri, serta bisa membantu mempersiapkan dirimu untuk kesempatan besar berikutnya.

Penelitian ini dilakukan oleh Decipher / FocusVision atas nama Indeed di antara 500 pencari kerja Australia.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan