Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 18, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

LinkedIn: Gender Jadi Penghalang Karier Utama Bagi Perempuan di Asia

Ilustrasi. Sumber foto: nbcnews.comIlustrasi. Sumber foto: nbcnews.com

Topcareer.id – Meski pekerja perempuan terus saja berjuang menuju kesetaraan, hingga kini masih tetap saja, sebagian besar wanita mengatakan jenis kelamin mereka menjadi penghalang utama bagi kemajuan profesional mereka.

Menurut LinkedIn’s Opportunity Index 2021, sepertiga penuh perempuan di Asia-Pasifik mengatakan bahwa mereka yakin jenis kelamin mereka telah menjadi penghalang signifikan terhadap peluang karena kurangnya panduan, keterampilan, dan waktu yang mereka terima sebagai perempuan.

Hasilnya, dua dari lima (41%) perempuan profesional di wilayah ini percaya bahwa mereka mendapatkan kesempatan pengembangan karier yang lebih sedikit daripada pria.

Mengutip CNBC Make It, laporan tersebut mensurvei 10.000 pekerja profesional di Australia, China, India, Jepang, Malaysia, Filipina, dan Singapura, menyoroti rintangan yang terus dihadapi perempuan dalam pengembangan karier mereka dan implikasinya bagi masyarakat.

Sementara, tujuh dari 10 orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka percaya kesetaraan gender penting untuk masyarakat yang adil, empat dari 10 mengatakan mereka berpikir hal itu tidak mungkin dicapai karena perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga: Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro Hingga 22 Maret 2021

Bisnis dan pemerintah telah berjuang melawan narasi itu. Bagaimanapun, ekonomi berbicara sendiri: Peningkatan tingkat pekerjaan perempuan dapat meningkatkan produk domestik bruto negara-negara OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) sebesar USD6 triliun.

Namun, kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas 10 teratas untuk 70% organisasi, menurut laporan baru “Wanita, kepemimpinan, dan peluang yang hilang” dari IBM.

Faktanya, ditemukan bahwa jumlah perempuan di posisi kepemimpinan senior hampir tidak berubah dalam dua tahun terakhir, dan saat ini jumlah perempuan yang akan mengisi peran eksekutif lebih sedikit daripada tahun 2019.

Pandemi memperburuk semuanya

Indeks Wanita dalam Pekerjaan 2021 PwC menemukan bahwa kemajuan bagi wanita dapat kembali ke level 2017 pada akhir tahun. Hal itu sebagian besar disebabkan oleh beban pengasuhan anak yang tidak proporsional yang menimpa perempuan, di mana para ibu sekarang menghabiskan rata-rata 31 jam per minggu untuk tugas pengasuhan, hampir setara dengan pekerjaan penuh waktu lainnya.**(Feb)

Tinggalkan Balasan