Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Oktober 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Frustasi Akibat Pandemi, Warga Boleh Lampiaskan Amarah di Ruangan Ini

Topcareer.id – Orang Brazil sekarang memiliki tempat untuk melampiaskan amarah di “Rage Room” yang baru dibuka.

Rage Room mengambil tempat dalam gudang di pinggiran kota Sao Paulo. Di dalamnya orang-orang dapat mengayunkan palu raksasa ke televisi, komputer, printer tua, menghancurkan mesin, hingga menghancurkan kaca untuk melampiaskan amarah dan rasa frustasinya.

Vanderlei Rodrigues (42), dialah yang membuka bisnis Rage Room ini sejak Januari 2021 di Cidade Tiradentes. Ia mengatakan telah menerima cukup banyak pelanggan yang ingin melampiaskan amarahnya terutama selama pandemi.

Baca Juga: Ruangan Anti Cerai di Rumania Ini Ampuh Gagalkan Pasangan yang Hendak Bercerai

“Saya pikir itu adalah momen terbaik untuk dapat mengatur Rage Room di sini, di Cidade Tiradentes. Tempat ini relevan dengan semua yang orang alami di tengah pandemi seperti kecemasan hingga stres.”kata Rodrigues mengutip Reuters.

Pengalaman untuk memasuki “Rage Room” perlu merogoh kocek untuk membeli tiket sebesar US $ 4,64 atau sekitar Rp 65 ribu sekali masuk.

Peserta yang masuk akan dipinjamkan pakaian pelindung dan helm, kemudian di dalam peserta menulis inti masalah yang mengganggu perasaan mereka di dinding seperti: “mantan pacar”, “mantan suami/istri”, “korupsi”, dan “pekerjaan”. Kata-kata ini merupakan yang favorit menjadi sasaran amarah mereka.

Seorang peserta bernama Luciana Holanda (35) seorang ibu rumah tangga yang tidak bekerja mengatakan dia lebih suka melampiaskan frustrasinya di dalam Room Rage.

“Dengan semua stres yang menumpuk ini, menjadi seorang ibu, memiliki anak dan tidak bisa bekerja, Room Rage menjadi tempat yang sangat baik untuk dapat melepaskan stres dan melampiaskan amarah.”ujarnya dengan antusias.

“Saya tidak akan melampiaskan rasa frustrasi saya pada anak saya atau siapa pun, jadi saya lebih suka merusak barang-barang, saya menyukainya.”pungkasnya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan