Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Australia Lanjut Gunakan AstraZeneca

Vaksin Covid-19. Sumber foto: cnbctv18.com

Topcareer.id – Ketika negara-negara di Eropa menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, Australia malah berencana maju terus, meskipun vaksin itu dilaporkan memiliki efek samping yang serius.

Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus bergabung dengan beberapa negara Eropa lainnya pada Senin (15/3/2021) untuk menghentikan sementara vaksinasi Covid-19 AstraZeneca, setelah adanya laporan kasus perdarahan yang terisolasi, pembekuan darah, dan jumlah trombosit yang rendah di beberapa negara.

“Sementara Badan Obat-obatan Eropa sedang menyelidiki peristiwa ini, mereka memperkuat pandangannya bahwa vaksin AstraZeneca Covid-19 berhasil melindungi terhadap Covid-19 dan harus terus digunakan dalam peluncuran,” kata Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly di pernyataan yang dikirim melalui email, mengutip Reuters, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Vaksin Covid-19 yang Kadaluarsa

Kelly mengatakan pemerintah tetap yakin dengan vaksin tersebut karena saat ini tidak ada bukti bahwa vaksin itu menyebabkan pembekuan darah meskipun efek samping yang dilaporkan akan diselidiki sebagai “tindakan pencegahan”. Beberapa negara lain, termasuk Inggris dan Polandia, terus menggunakan vaksin tersebut.

AstraZeneca pada Minggu mengatakan tinjauan terhadap lebih dari 17 juta orang yang diinokulasi dengan vaksinnya di Uni Eropa dan Inggris tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah.

Mayoritas dari 25 juta orang Australia akan diberikan vaksin AstraZeneca dan pihak berwenang telah mendapatkan hampir 54 juta dosis, dengan 50 juta akan diproduksi secara lokal mulai akhir Maret.

Australia memulai program imunisasi nasionalnya bulan lalu, lebih lambat dari banyak negara lain, dan memulai vaksinasi pertama menggunakan vaksin AstraZeneca minggu lalu. Australia telah melaporkan lebih dari 29.100 kasus dan 909 kematian sejak pandemi dimulai.**(Feb)

Tinggalkan Balasan