Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Penelitian: Pemilik Mobil Penuh Stiker, Cenderung Temperamen Saat Berkendara

Topcareer.id – Bagi sebagian orang, mobil hanyalah kendaraan sebagai alat transportasi saja, bagi sebagian orang lain lagi, mobil dapat menjadi tempat terbaik yang dipersonalisasi sepenuhnya.

Tentunya kamu pernah menjumpai mobil yang penuh dengan stiker mulai dari klub klub mobil, tim sepak bola, atau beragam stiker lelucon sarkastik hingga kasar.

William Szlemko seorang Doktor dari California State University (CSU) dan rekan-rekannya, menulis tentang pemakaian stiker yang berlebihan pada kendaraan semacam ini adalah tanda teritorial. Hal itu berarti para pengemudi dengan kendaraan penuh stiker tersebut mengirimkan sinyal yang kuat kepada siapapun yang melihatnya bahwa mobil tersebut adalah milik mereka dan jangan berani macam-macam.

Namun jalan adalah tempat umum, bukan pribadi. Tim peneliti Szlemko bertanya-tanya apakah kombinasi pengemudi yang sangat teritorial seperti itu memang memiliki kegemaran terhadap stiker mobil.

Baca Juga: Ini Merek Mobil yang dapat Relaksasi PPnBM

Dari tiga penelitian yang dilakukan, ratusan mahasiswa yang memiliki mobil sendiri melaporkan jumlah stiker bemper dan jendela yang mereka miliki, ditambah bentuk personalisasi lainnya, dan juga melaporkan kecenderungan mereka terhadap perilaku agresif di jalan.

Pengemudi dengan lebih banyak stiker dan bentuk personalisasi lainnya cenderung lebih terikat pada mobil mereka, tentunya ini menegaskan kecurigaan para peneliti bahwa stiker kendaraan adalah tanda teritorial.

Yang paling jelas, pengemudi dengan mobil yang lebih dipersonalisasi dengan stiker secara berlebihan juga mengaku mengemudi lebih agresif, termasuk cara mengemudi dengan menempel ekor kendaraan depannya sehingga pengemudi di depan merasa diteror atau terintimidasi, dan juga berkendara nekat tanpa takut menyerempetkan mobilnya pada kendaraan lain.

Para pemilik mobil pecinta stiker juga mengakui bahwa mereka cenderung tidak menanggapi secara konstruktif rasa frustrasi di jalan, misalnya dengan mencoba mengemudi dengan lebih aman.

Para peneliti menyimpulkan temuan ini menunjukkan kemarahan di jalan raya dan mengemudi secara agresif mungkin merupakan hasil sebagian dari kesalahan penerapan norma sosial untuk pertahanan teritorial ketika ada kebingungan batas antara wilayah jalan umum dengan wilayah utama kendaraan pribadi.

Diakui oleh para peneliti, temuan ini bersifat korelasional, jadi ada kemungkinan beberapa faktor lain seperti “permusuhan” yang memprediksi kecintaan mereka pada stiker dan mengemudi secara agresif.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan