Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, April 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

China Pimpin Pemulihan Ekonomi di Asia Timur dan Pasifik pada 2021

Topcareer.id – Menurut perkiraan Bank Dunia yang baru dirilis pada Jumat (26/3/2021), China diproyeksi akan memimpin pemulihan ekonomi di Asia Timur dan Pasifik pada 2021. Namun, masih banyak negara yang akan mencatat pertumbuhan di bawah standar karena berjuang keluar dari pandemi.

Pembaruan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik terbaru Bank Dunia memperkirakan ekonomi China akan berkembang sebesar 8,1% pada tahun 2021, dibandingkan dengan 2,3% tahun sebelumnya. Hal itu lantas mendorong ekspansi seluruh kawasan sebesar 7,4%, naik dari 1,2% pada tahun 2020.

Tidak termasuk China, yang sejauh ini merupakan ekonomi terbesar di kawasan itu, pertumbuhan hanya akan menjadi 4,4% di Asia Timur dan Pasifik, peningkatan dari kontraksi 3,7% tahun sebelumnya tetapi masih di bawah rata-rata jangka panjang.

Vietnam adalah pemain ekonomi luar biasa lainnya dengan tingkat pertumbuhan yang diharapkan 6,6%, naik dari 2,9%. China dan Vietnam termasuk di antara sedikit negara yang hanya terkena pandemi ringan dan tidak jatuh ke dalam resesi pada 2020.

“Seperti Hydra, monster berkepala banyak dari mitos Yunani, Covid-19 terbukti sulit untuk ditekan bahkan setahun setelah kasus pertama dikonfirmasi di Wuhan,” kata Bank Dunia, mengutip laman CNBC.

Baca juga: Satgas Covid-19: Faskes Wajib Layani Vaksinasi Lansia

Disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi untuk masing-masing negara akan bergantung pada pengendalian virus corona ini, juga kemampuan mereka untuk memanfaatkan kebangkitan perdagangan internasional, dan kapasitas pemerintah untuk memberikan dukungan fiskal dan moneter.

“Pemulihan ekonomi global, sebagian didukung oleh stimulus AS yang signifikan, akan menghidupkan kembali perdagangan barang dan dapat memberikan dorongan eksternal untuk pertumbuhan rata-rata sebanyak 1 poin persentase,” kata laporan itu.

“Tapi pariwisata global diperkirakan akan tetap di bawah tingkat pra-pandemi hingga 2023 dan menunda pemulihan ekonomi yang bergantung pada pariwisata.”

Bank Dunia mengatakan kampanye vaksinasi yang berhasil dan pengendalian awal pandemi, bersama dengan reformasi kebijakan yang signifikan dan penyebaran teknologi baru dapat mengarah pada pertumbuhan yang lebih baik dari yang diharapkan.

Namun, penekanan Covid-19 yang lambat dapat menyebabkan aktivitas ekonomi yang lebih buruk dari yang diantisipasi, meningkatkan risiko munculnya varian baru yang bisa lebih menular, mematikan, dan resisten terhadap vaksin yang ada.**(Feb)

Tinggalkan Balasan