Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

5 Kesalahan Seseorang dalam Membaca Bahasa Tubuhmu

Ilustrasi. (dok. Anva)

Topcareer.id – Sinyal nonverbal atau bahasa tubuh memang bisa menunjukkan respons seseorang dalam menanggapi pembicaraan atau sesuatu, bahkan pada pertemuan pertama. Sinyal itu bisa menarik kesimpulan yang berujung pada tindakan selanjutnya. Tapi, salah membaca bahasa tubuh bisa membuat kita terjerumus pada kesimpulan yang salah.

“Ingatlah ini saat bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Dia tidak akan tahu bahwa kamu biasanya mengerutkan kening saat berkonsentrasi – dan mungkin mengira kerutan itu adalah reaksi dari sesuatu yang dia katakan atau lakukan,” kata Carol Kinsey Goman, President Kinsey Consulting Services.

Carol lantas membeberkan 5 kesalahan dalam membaca bahasa tubuh.

1. Tidak mengetahui garis dasar

“Tidak mengetahui garis dasarmu hanyalah salah satu alasan orang membuat kesalahan dalam membaca dan bereaksi terhadap bahasa tubuhmu,” kata Carol. Seperti yang ia katakan sebelumnya, mungkin di pertemuan pertama seseorang bear-benar tidak tahu bahwa kamu akan mengerutkan dahi ketika berpikir. Namun, sinyal itu malah dianggap sebagai respons atas apa yang dia katakan.

2. Mereka tidak mempertimbangkan konteksnya

Dalam hal bahasa tubuh, konteks adalah rajanya. Kamu tidak dapat benar-benar memahami pesan nonverbal seseorang kecuali kamu memahami keadaan di baliknya. Konteks adalah jalinan variabel termasuk lokasi, hubungan, waktu, pengalaman masa lalu, dan bahkan suhu ruangan. Bergantung pada konteksnya, sinyal nonverbal yang sama dapat memiliki arti yang sangat berbeda.

Jika anggota tim dan kolegamu tidak memiliki akses ke wawasan ini, mereka dapat salah membaca dirimu. Jika kamu menguap dalam rapat staf karena bangun pagi untuk meeting bisnis internasional – beri tahu orang-orang mengapa kamu lelah. Tanpa konteks ini, kamu akan terlihat seperti sedang bosan.

3. Mereka menemukan makna dalam satu gerakan

Orang-orang terus-menerus mencoba mengevaluasi keadaan pikiranmu dengan memantau bahasa tubuhmu. Tetapi karena terlalu sering mereka akan memberikan arti pada isyarat nonverbal tunggal (dan terkadang tidak relevan). Karena otak manusia lebih memperhatikan pesan negatif daripada pesan positif, orang-orang terutama waspada terhadap tanda apa pun yang menunjukkan suasana hatimu yang sedang buruk dan tidak boleh didekati.

Baca juga: AstraZeneca Revisi Tingkat Kemanjuran Vaksinnya, Jadi 76%

Jadi – kamu mungkin lebih nyaman berdiri dengan lengan terlipat di depan dada (atau kamu mungkin kedinginan), tetapi jangan kaget ketika orang lain menilai gerakan itu sebagai tindakan yang menolak dan tidak dapat didekati.

4. Mereka mengevaluasi dirimu melalui serangkaian bias pribadi

“Ada seorang wanita di kelas yoga saya yang menyukai saya sejak kami bertemu. Saya lebih suka percaya bahwa ini adalah hasil dari kepribadian karismatik saya, tetapi saya tahu pasti bahwa itu karena saya mirip dengan bibi favoritnya,” kata Carol. Begitulah cara bias menguntungkanmu – contoh dari apa yang disebut “efek halo”. Tapi bias juga bisa merugikan.

5. Mereka membandingkan perilakumu dengan apa yang pantas dalam budaya mereka

Ketika berbicara tentang budaya, yang dimaksud Carol adalah sekumpulan nilai bersama yang dipegang oleh sekelompok orang. Dan sementara beberapa nilai budaya diajarkan secara eksplisit, kebanyakan dari mereka diserap secara tidak sadar, pada usia yang sangat dini.

Nilai-nilai tersebut mempengaruhi bagaimana anggota kelompok berpikir dan bertindak dan, yang lebih penting, jenis kriteria yang mereka gunakan untuk menilai orang lain.**(Feb)

Tinggalkan Balasan