Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, April 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

AstraZeneca Revisi Tingkat Kemanjuran Vaksinnya, Jadi 76%

Topcareer.id – AstraZeneca mengumumkan pada Kamis (25/3/2021) bahwa vaksin Covid-19 produksinya 76 persen efektif dalam mencegah penyakit bergejala, mengutip analisis dari hasil terbaru uji coba utamanya di Amerika Serikat (AS).

“Analisis utama konsisten dengan analisis sementara kami yang dirilis sebelumnya, dan menegaskan bahwa vaksin Covid-19 kami sangat efektif pada orang dewasa, termasuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas,” kata Mene Pangalos, Wakil Presiden Eksekutif untuk Penelitian Biofarmasi AstraZeneca, mengatakan dalam sebuah pernyataan, mengutip CNN.

Pejabat kesehatan AS awal pekan ini secara terbuka menegur pembuat obat itu karena menggunakan “informasi usang” ketika mengumumkan bahwa vaksin itu 79 persen efektif.

Pada hari Selasa, Badan Pemantau Keamanan dan Data (DSMB) independen yang meninjau data dari beberapa kandidat vaksin Covid-19 menyatakan keprihatinan atas pengumuman AstraZeneca tentang temuan terbarunya. Dan, Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) secara terbuka mengumumkan kekhawatiran tersebut.

Baca juga: Negara Paling Cashless, Norwegia Tolak Bitcoin, Ada Apa?

“DSMB menyatakan keprihatinannya bahwa AstraZeneca mungkin telah memasukkan informasi yang sudah ketinggalan zaman dari uji coba itu, yang mungkin memberikan pandangan yang tidak lengkap tentang data kemanjuran,” kata NIAID, yang telah membantu AstraZeneca menjalankan uji coba di AS.

“Kami mendesak perusahaan untuk bekerja sama dengan DSMB untuk meninjau data khasiat dan memastikan data khasiat yang paling akurat dan terbaru dipublikasikan secepat mungkin.”

AstraZeneca menegaskan bahwa suntikan yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, 100 persen efektif melawan bentuk penyakit yang parah atau kritis. Perusahaan itu juga mengatakan vaksin tersebut menunjukkan kemanjuran 85 persen pada orang dewasa 65 tahun ke atas.

Data uji coba terbaru, yang belum ditinjau oleh peneliti atau regulator independen, didasarkan pada 190 infeksi dan 32.449 peserta di AS, Chili, dan Peru. Data sementara sebelumnya didasarkan pada 141 infeksi hingga 17 Februari.

Tingkat kemanjuran 76 persen yang diperbarui lebih rendah dibandingkan dengan tingkat sekitar 95 persen untuk vaksin dari Pfizer-BioNTech dan Moderna.**(Feb)

Tinggalkan Balasan