TopCareerID

Erick Tohir Klaim Ketahanan Kesehatan di Indonesia Telah Terakselerasi di Masa Pandemi

Menteri BUMN, Erick Tohir.

Topcareer.id – Pandemi COVID-19 selain memberikan dampak negatif, juga memberikan dampak positif. Hal ini disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang mengatakan bahwa ketahanan kesehatan telah terakselerasi dan terwujud pada tahun 2020.

Program ketahanan dan kemandirian kesehatan telah menjadi prioritas pemerintah. Bukan hanya saat pandemi, sejak awal periode pemerintahan, Kementerian BUMN langsung menjalankan tugas ganda yaitu meningkatkan peran ekonomi dan sosial di bidang ketahanan kesehatan, pangan, dan energi.

“Untuk jangka menengah, kita tingkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan untuk vaksin dan produksi obat obatan domestik,” kata Erick dalam kesempatannya saat berbicara dalam webinar Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, Kamis (25/3).

Baca Juga: Dalam 9 Hari, 50 Ribu Orang Telah Disuntik di Sentra Vaksinasi BUMN

Sementara itu, menurut Erick untuk jangka panjangnya, BUMN tengah menyiapkan holding farmasi dan rumah sakit milik negara yang berskala global dan akan berfokus pada tindakan preventif kesehatan.

“Ada empat tujuan strategis ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional yaitu penyediaan layanan kesehatan berkualitas, peningkatan jaringan dan skala, pengembangan kapabilitas dan inovasi, serta mewujudkan integrasi dan kolaborasi ekosistem kesehatan nasional.” jelas Erick Tohir.

BUMN turut mendukung penanganan pandemi COVID-19, pertama BUMN menyediakan rumah sakit BUMN yang tersebar di 18 provinsi dan menyediakan bed khusus COVID-19. Selain itu, pihaknya juga menyediakan 19 laboratorium uji swab dan membuat standarisasi terapi kesembuhan Covid-19. Tak ketinggalan mempersiapkan Wisma Atlet Kemayoran untuk digunakan sebagai tempat isolasi.

Baca Juga: 73 Rumah Sakit dan 89 Klinik Milik BUMN Siap untuk Vaksinasi COVID-19

Dari sisi pencegahan, ekosistem BUMN terjun menjalankan program vaksinasi. Tak hanya mendorong ketersediaan vaksin, BUMN juga terus berusaga mempercepat dan memperluas penyebaran vaksinasi melalui pembentukan sentra vaksinasi, program vaksin gotong-royong, dan program kemandirian vaksin.

Sentra Vaksinasi Bersama, rencananya didirikan di lima kota, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung dan Tangerang. Dengan target bisa memvaksinasi 5.000 orang per hari dari tiap titik.

Vaksin gotong royong membuka kesempatan bagi para perusahaan swasta untuk berpartisipasi melalui penyediaan vaksin gratis bagi karyawan dan anggota keluarganya. Dengan target 10,1 juta orang, Erick mengharapkan target herd immunity di Indonesia dapat segera tercapai.

BUMN juga mendukung pengembangan vaksin merah putih untuk mewujudkan kemandirian vaksin. Biofarma telah menyiapkan kapasitas produksi 250 juta dosis per tahun.

Dengan adanya vaksin Merah Putih ini, menurut Erick Tohir Indonesia jadi tidak perlu lagi bergantung pada vaksin impor.**(RW)

Exit mobile version