Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Menteri BUMN Pastikan Kesiapan Indonesia Jadi Pemain Utama Industri Mobil Listrik

Dok/Stock-Adobe.com

Topcareer.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain utama pada industri mobil listrik. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan uji coba mobil listrik dan pengecekan kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali, Sabtu (02/01/2021)

Ia menyampaikan pangisian baterai kendaraan dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sangat mudah, aman dan nyaman. Dengan adanya SPKLU ini, kata dia, pengguna dimudahkan untuk dapat melakukan perjalanan tanpa mengalami kendala atau kekhawatiran untuk melakukan pengisian ulang baterai mobil listrik.

Menteri Erick mengungkapkan Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu pemain utama di industri ini. Ia sudah memerintahkan PLN untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengubah strategi bisnisnya pasca pandemi.

“Alhamdulillah, PLN sudah on-track dan sudah ikut dalam konsorsium BUMN untuk pembuatan EV battery bekerja sama dengan perusahaan dari Korea dan China,” kata dia dalam keterangan pers.

Baca juga: Indonesia Dan LG Group Tandatangani MOU Baterai EV Senilai Rp 138 Triliun

Ditambahkan Erick, pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan Tesla, produsen mobil listrik asal Amerika Serikat. “Insyaallah, di bulan Februari ini, saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini,” ujarnya.

Keyakinan Indonesia akan mampu menjadi pemain utama industri mobil listrik salah satunya didasari oleh sumber daya alam Indonesia yang mendukung. Sebagai salah satu negara dengan sumber daya nikel yang terbesar mendukung Indonesia jadi produsen utama sumber daya baterai mobil tersebut.

Guna mendorong penggunaan dan menghadirkan kemudahan bagi pengguna mobil listrik, pemerintah telah memastikan bahwa PLN siap memenuhi kebutuhan pasokan listrik dan infrastruktur pendukungnya, termasuk SPKLU sebagai stasiun pengisian daya listriknya.

Adapun, penyiapan infrastruktur charging komposisinya 80 persen di rumah tangga, 20 persen SPKLU di tempat-tempat umum. “Karena kebiasaannya pemilik mobil listrik itu chargenya di rumah, ketika malam istirahat, mobil dicharge, kemudian pagi digunakan kembali,” tambah Erick.

Tinggalkan Balasan