Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, November 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Dua Negara Ini Punya Bank Sentral “Paling Hijau” di Dunia

Sumber foto: Getty Images

Topcareer.id – Menurut sebuah kelompok aktivis, China memiliki bank sentral terhijau di dunia, diikuti oleh Brasil, keduanya mengalahkan negara-negara kaya berkat langkah-langkah konkret seperti menurunkan suku bunga pinjaman untuk proyek-proyek penanggulangan polusi.

Kelompok aktivis yang berbasis di Inggris, Positive Money, memberi peringkat bank sentral dan pengawas keuangan negara-negara G20 berdasarkan seberapa banyak yang mereka lakukan untuk memerangi perubahan iklim.

Dalam pemaparannya pada Rabu (31/3/2021), hanya tiga dari mereka yang berhasil lolos: China, Brasil, dan Perancis.

Hasilnya mungkin mengejutkan beberapa orang karena China, yang mendapat peringkat tertinggi dalam laporan tersebut, adalah salah satu penghasil polusi terbesar di dunia dan Brasil menghadapi kritik karena menghancurkan sebagian hutan hujan Amazon.

Tetapi penulis studi tersebut mengatakan pembuat kebijakan keuangan di kedua negara bertindak lebih awal justru karena mereka menghadapi ancaman lingkungan yang lebih besar.

Baca juga: Rasio Kewirausahaan RI Stagnan 3,47%, Ini Sebab Dan Strategi KemenkopUKM

“Hal ini membuat dampak dan risiko lingkungan lebih segera terlihat dan relevan bagi para bankir sentral dan pengawas mereka, dan dapat menghasilkan dorongan yang lebih besar untuk menghijaukan proses pembuatan kebijakan mereka,” kata Positive Money, mengutip Reuters.

Misalnya, inisiatif hijau pertama Bank Rakyat China dimulai dari tahun 1995 dan bank itu sekarang diminta untuk menawarkan pinjaman yang lebih murah untuk proyek-proyek ramah lingkungan, menurut laporan itu.

Brasil menonjol karena membatasi pembiayaan untuk perluasan tanaman di Amazon dan wilayah rentan lainnya.

Perancis, yang sebagian besar memperoleh kebijakan moneter dan regulasi keuangannya dari Uni Eropa, mengalahkan rekan-rekannya di UE ke posisi ketiga berkat poin ekstra yang diperoleh melalui uji tekanan iklimnya sendiri terhadap bank-bank besar dan perusahaan asuransi.

Ini terjadi di atas langkah-langkah yang diambil oleh Bank Sentral Eropa, yang telah mulai menuntut agar bank-bank mempertimbangkan perubahan iklim saat memberikan pinjaman dan sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi bias hijau dalam pembelian obligasi.

Laporan tersebut terutama berfokus pada kebijakan resmi dan tidak mencerminkan efektivitas dalam penerapannya.**(RW)

Tinggalkan Balasan