Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Mei 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Karyawan dengan Sifat ini Harus Dipecat!

Ilustrasi. Sumber foto: duniakaryawanFoto Ilustrasi

Topcareer.id – Hal terpenting untuk kecepatan perkembangan karier adalah budaya internal perusahaan, menurut Gary Vaynerchuk, seorang milyuner mandiri dan penulis buku terlaris #AskGaryVee.

Pesannya jelas: Jika ada seseorang atau karyawan yang secara konsisten menyebabkan drama atau perpecahan dalam tim, bersiaplah untuk memecat mereka, siapapun itu.

“Menurut saya tidak peduli jika itu adalah sales nomor satu perusahaan, developer terbaik perusahaan atau bahkan salah satu pendiri pendiri perusahaan. Sikap itu layaknya kanker yang cepat menyebar, jika kanker tersebut bersinergi dengan politik perusahaan, maka akan menghambat kemajuan perusahaan.” kata Gary.

“Kita berada di awal era di mana kecerdasan emosional akan menjadi perdagangan paling penting,” Gary menjelaskan. Ia juga menambahkan bahwa alasan terbesar perusahaan berjalan lebih lambat adalah karena banyaknya orang-orang yang hanya berdrama memperdebatkan betapa menyedihkan diri mereka.

Baca juga: Otak Jadi Lelet setelah Divaksin? Jangan Percaya!

Yang menarik adalah Gary bukanlah orang pertama yang membuat keterkaitan hal ini. Sebuah studi dari Harvard Business School menemukan bahwa salah satu ciri kepribadian negatif terparah dalam diri seorang karyawan adalah kebutuhannya untuk terus-menerus menyebarkan hal-hal negatif kepada rekan-rekannya.

Peneliti mempelajari data pada lebih dari 50.000 karyawan dan menemukan bahwa mereka yang memiliki “sifat beracun” ini dapat menyebabkan banyak kerusakan pada perusahaan, termasuk hilangnya klien, moral karyawan, dan legitimasi di antara pemangku kepentingan eksternal yang penting. Lebih buruk lagi, mempertahankan mereka dalam daftar gaji dapat menyebabkan tingginya turnover karyawan.

Menurut pendapat Gary, data tersebut mengungkapkan bahwa pekerja beracun sering dianggap sebagai superstar, yang oleh para peneliti didefinisikan sebagai “orang yang mencontohkan nilai-nilai yang diinginkan perusahaan dan memberikan kinerja yang konsisten tapi meracuni teman-temannya.”

Studi tersebut juga menemukan bahwa meskipun seorang yang beracun namun berkinerja hebat dapat menekan pengeluaran perusahaan karena tidak perlu banyak biaya merekrut orang baru, namun menyingkirkannya justru dapat lebih menghemat pengeluaran perusahaan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan