Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Korea Selatan Catat Rekor 668 Kasus Harian, Tertinggi dalam 3 Bulan Terakhir

Wisatawan sedang menuju obyek wisata Nami Island, Korea Selatan. Foto: Topcareer.id/Wulan

Topcareer.id – Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan pada hari Rabu (7/4) ada 668 kasus virus corona baru, ini merupakan hitungan harian tertinggi sejak 8 Januari 2021 di tengah peningkatan infeksi cluster.

Kasus-kasus baru membuat total infeksi di negara itu menjadi 106.898, dengan 1.756 kematian, dengan lonjakan terbaru berpusat di sekitar kelompok di taman kanak-kanak, sauna, bar, dan gereja. Lebih dari 63% kasus baru ditemukan di Seoul dan wilayah sekitarnya, termasuk provinsi Gyeonggi, data KDCA menunjukkan.

Pihak berwenang mengatakan mereka akan memperluas upaya pengujian untuk melacak penularan secara nasional melalui survei epidemiologi dan pengujian preemptive.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Di AS Meningkat Untuk Minggu Ketiga Secara Berturut-Turut

“Jika gelombang keempat infeksi menjadi kenyataan, gangguan vaksinasi tidak bisa dihindari, serta memberikan pukulan besar bagi ekonomi kita,” kata Perdana Menteri Chung Sye-kyun pada pertemuan pemerintah, mengutip Reuters.

“Pemerintah sedang memaksimalkan upaya untuk mencegah gelombang keempat dengan mengerahkan segala cara yang memungkinkan,” katanya.

Pejabat kesehatan meminta masyarakat untuk menahan diri dari pertemuan yang tidak penting dan secara ketat mencatat kunjungan ke tempat-tempat yang ramai, seperti restoran, kafe, dan bar karaoke untuk memfasilitasi pekerjaan epidemiologis jika terjadi wabah.

Otoritas kesehatan setempat juga mengatakan mereka akan mengumumkan aturan jarak sosial baru pada hari Jumat (9/4) setelah berdiskusi dengan para ahli dan pemerintah daerah.

Negara ini sejauh ini telah memberikan lebih dari satu juta dosis vaksin di antara para pekerja medis dan kelompok berisiko tinggi sejak dimulainya upaya inokulasi pada Februari 2021.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan