Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kapan Bisa Terima Vaksin Jika Pernah Terkena COVID-19

vaksinasi covid

Topcareer.id – Di tengah maraknya program vaksinasi global untuk mengatasi pandemi COVID-19, mungkin terbersit di benakmu sebuah pertanyaan “Jika saya pernah terkena COVID-19, kapan saya bisa terima vaksin?”

Hal tersebut juga akan menjadi lebih rumit jika seseorang baru-baru ini didiagnosis COVID-19.

Menurut Dr. Leana Wen, seorang dokter darurat dan profesor tamu kebijakan dan manajemen kesehatan di Sekolah Kesehatan Masyarakat Institut Milken Universitas George Washington, setiap orang perlu mempertimbangkan beberapa faktor saat akan menerima vaksin.

“Penting untuk memantau gejala Anda jika Anda telah didiagnosis dengan COVID-19,” kata Wen. “Anda harus memastikan diri Anda dalam keadaan sehat saat menerima vaksin virus corona.” Tambahnya. Lalu kapan saya bisa terima vaksin?

Jika pernah menderita COVID-19 selama setahun terakhir, haruskah menerima vaksin?
“Jika Anda memenuhi syarat, penting untuk mau menerimanya,” kata Wen. “Vaksin memberikan “perlindungan yang lebih baik, lebih lama dan pasti lebih konsisten daripada kekebalan alami.” Jelasnya.

Menurut Wan, tidak diketahui akan sampai kapan perlindungan alami akan bertahan setelah kamu terkena virus corona, jadi sebaiknya kamu tetap divaksinasi.

Baca juga: Dapat Jadwal Vaksinasi Saat Puasa? Perhatikan Hal Ini

Jika baru saja didiagnosis dengan COVID-19, haruskah menerima vaksin?
Tidak ada jumlah hari yang ditentukan seseorang harus menunggu sampai kapan mendapatkan vaksin. Sebaliknya, orang-orang harus memantau gejalanya dan memastikan mereka tidak merasakan gejala COVID-19 yang parah, termasuk demam.

Masa isolasi setelah diagnosis COVID-19 adalah 10 hari setelah dimulainya gejala, jadi Dr Wen merekomendasikan orang untuk mengikuti panduan itu.

“Jika sudah 10 hari dan mereka memiliki gejala minimal atau tanpa gejala, tidak masalah untuk mendapatkan vaksin pada saat itu,” kata Wen.

Haruskah mengambil kedua dosis?
Sangat penting untuk menerima kedua dosis vaksin jika kamu mendapatkan jatah yang diberikan dalam dua dosis.

Obat dipelajari dengan asumsi orang akan menerima dua dosis, sehingga efektivitasnya berlaku selama orang menggunakan kedua dosis tersebut.

Bagaimana jika didiagnosis positif COVID-19 diantara dosis pertama dan kedua?
Dr Wen mengatakan situasi ini pernah terjadi sebelumnya. Dosis pertama menawarkan perlindungan, tetapi tidak sebanyak dua dosis, jadi ada kemungkinan tertular virus di antara dua dosis suntikan.

Jika kamu didiagnosis dengan COVID-19 di antara suntikan dua dosis, Dr Wen merekomendasikan menunggu untuk menerima dosis kedua vaksin sampai gejalanya mereda.

“Penting untuk memberi tubuh Anda kesempatan untuk pulih, jadi yang terbaik adalah menunggu sampai gejalanya teratasi. Setelah itu, tidak apa-apa untuk menerima dosis kedua Anda,” kata Wen.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan