Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh ketika Puasa

Ilustrasi. (Dok. Healthline)

Topcareer.id – Di bulan suci ramadan ini, penting untuk kita menjaga kesehatan terutama imun atau daya tahan tubuh. Karena daya tahan tubuh yang bagus membuat kita lebih kuat terhadap berbagai virus, sehingga kita dapat menjalankan ibadan puasa dengan lancar dan aman.

Salah seorang Pakar Gizi dan Kesehatan UGM, Dwi Budiningsari pun membeberkan cara menjaga daya tahan tubuh selama puasa. Pertama yaitu dengan memperhatikan apa yang kita konsumsi saat sahur.

“Ketika sahur jangan lupa untuk memperhatikan pedoman gizi seimbang, yaitu makanan pokok seperti nasi dan kentang, sayuran seperti bayam, kangkung dan wortel, kemudian protein baik dari sumber nabati maupun hewani dan buah-buahan. Konsumsi tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan gizi tubuh,” ujarnya dilansir dari ugm.ac.id pada Rabu (14/4/2021).

Baca juga : 8 Kebiasaan Harian yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh (Bagian 1)

Kemudian tak lupa, tambah Dewi, menjaga asupan minum sebanyak 2 liter atau setara dengan 8 sampai 9 gelas dan mengkonsumsi makanan manis termasuk saat berbuka karena simpanan gula dalam tubuh akan menurun ketika berpuasa, apalagi jika kita banyak melakukan aktivitas.

“Pada saat Magrib biasanya kadar gula sudah di bawah normal sehingga membutuhkan makanan manis saat berbuka. Untuk itu perlu mengonsumsi makanan manis, seperti kurma, pepaya dan semangka serta tidak boleh melebihi 50 gram sehari atau setara dengan empat sendok makan,” katanya.

Terakhir, meski tengah berpuasa Dewi menyarankan agar kita tetap melakukan olahraga ringan dan melakukan aktivitas fisik agar tubuh prima dan segar sepanjang hari.

“Jangan lupa protokol kesehatan tetap dilakukan dengan rajin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” pungkasnya.

Perlu diketahui, puasa akan memaksa tubuh kita menggunakan simpanan gula dan lemak. Untuk menghemat energi ini maka tubuh akan banyak mendaur ulang sel imun yang sudah tua dan rusak termasuk sel darah putih yang akan digantikan dengan sel darah putih yang baru, yang lebih cepat dan efisien untuk melawan infeksi virus, bakteri dan penyakit lainnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan