Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Mutasi Virus Corona P1 Dari Brazil Lebih Berbahaya

varian covid-19Ilustrasi virus corona. (dok. BBC)

Topcareer.id – Studi terbaru menemukan bahwa mutasi varian baru virus corona P1 asal Brazil kemungkinan bisa lebih berbahaya.

Virus bermutasi dengan cara yang membuatnya mampu menghindari antibodi, menurut para ilmuwan yang mempelajari mutasi virus tersebut.

Penelitian varian P1 oleh lembaga kesehatan masyarakat Fiocruz menemukan mutasi di daerah lonjakan virus yang berguna untuk masuk menginfeksi sel.

Mutasi virus corona P1 dari Brazil lebih berbahaya, virus ini kebal terhadap vaksin yang berpotensi besar terhadap tingkat keparahan wabah.

“Kami yakin itu adalah mekanisme pelarian lain yang diciptakan virus untuk menghindari respons antibodi,” kata Felipe Naveca, salah satu penulis studi dan bagian dari Fiocruz di kota Manaus Amazon, Brazil tempat varian P1 diyakini berasal.

Penelitian telah menunjukkan beberapa vaksin secara substansial menurun kemanjurannya dalam menghadapi mutasi virus corona baru.

“Ini sangat mengkhawatirkan karena virus terus mengalami percepatan evolusinya,” tambahnya.

Penelitian telah menunjukkan mutasi P1 menjadi 2,5 kali lebih menular daripada virus corona asli dan lebih resisten terhadap antibodi.

Prancis sejak Selasa (13/4) telah menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Brazil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran varian P1.

Varian P1 yang dengan cepat menjadi dominan di Brazil menjadi faktor besar di balik gelombang kedua besar-besaran di sana.

Korban tewas di Brazil menjadi lebih dari 350.000 kasus, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Baca juga: Studi: Varian Baru Corona Di Brazil Bisa Menginfeksi Penyintas COVID-19

Bagi Ester Sabino, ilmuwan di fakultas kedokteran Universitas Sao Paulo yang memimpin sekuensing genom pertama virus corona di Brazil, mutasi varian P1 tidaklah mengherankan mengingat kecepatan penularannya.

“Jika kamu memiliki tingkat penularan yang tinggi seperti yang kamu alami di Brazil saat ini, risiko mutasi varian baru kamu meningkat,” katanya.

Peneliti Fiocruz termasuk Naveca juga baru-baru ini menggambarkan varian baru dari garis keturunan yang berbeda ke P1.

Varian terdeteksi di timur laut Brazil yang membawa 14 mutasi termasuk perubahan E484K yang pertama kali tercatat dalam varian Afrika Selatan.

Sejauh ini vaksin seperti AstraZeneca dan Sinovac, telah terbukti efektif melawan varian P1 di Brazil.

Namun, Sabino mengatakan virus yang bermutasi lebih lanjut akan dapat lebih berbahaya. “Itu kemungkinan yang nyata,” katanya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan