Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

63 Startup Indonesia Ikuti Ajang Bergengsi, Hannover Messe 2021

Hannover Messe 2021. (sumber: Kemenperin)Hannover Messe 2021. (sumber: Kemenperin)

Topcareer.id – Pada Hannover Messe 2021: Digital Edition, Indonesia menghadirkan 156 exhibitors. Dari jumlah tersebut, 63 di antaranya adalah perusahaan startup. Dan dari 63 startup itu, 23 perusahaan di ataranya merupakan binaan Kemenperin melalui Startup4industry.

Dari jumlah tersebut, kontribusi exhibitors terbesar berasal dari perusahaan besar sebanyak 65 perusahaan, start-up sebanyak 63 perusahaan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 14 perusahaan, delapan kawasan industri, empat kementerian dan lembaga, serta dua asosiasi industri.

Terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengharapkan untuk bisa mendapatkan pasar maupun memperluas jejaring melalui ajang pameran teknologi industri terbesar itu.

“Para startup ini telah siap untuk go global. Potensi startup dan provider Indonesia memang harus terus didorong, agar dunia industri yakin akan kemampuan mereka,” kata Gati dalam diskusi “Tech Providers & Startup Indonesia di Panggung Hannover Messe” secara virtual, Rabu (14/4/2021).

Dalam diskusi tersebut, juga hadir perusahaan tech provider Tata Sarana Mandiri, serta startup Multi Areal Planning (MAPID) dan PT. Mygrowtek Jaya Imajin (IMAJIN) yang merupakan peserta Hannover Messe 2021.

PT. Tata Sarana Mandiri (TSM) merupakan perusahaan berbasis teknologi tinggi yang aktif melakukan riset utamanya pada perangkat telekomunikasi.

CEO Tata Sarana Mandiri, Yovita Bellina menyampaikan, TSM yang juga berawal sebagai perusahaan startup merupakan salah satu pelopor dalam pembangunan ekosistem 4G. “Saat ini, dunia sudah bergerak ke era 5G. Kami berkomitmen untuk menjadi perusahaan berbasis teknologi buatan Indonesia,” ujar Yovita.

Salah satu terobosan yang dilakukan oleh TSM adalah meluncurkan Smart QR EDC yang merupakan EDC dual screen pertama di dunia dan memenuhi persyaratan QRIS dari Bank Indonesia.

Baca juga: Keren! Indonesia Ikut Hannover Messe 2021, Ini Fakta-Faktanya

Sementara itu, MAPID merupakan salah satu finalis Startup4industry tahun 2018. Dengan eksposur kepada pasar nasional lewat ajang tersebut, MAPID mendapatkan investor dan telah bekerja sama dengan 20 perusahaan hingga saat ini.

MAPID memberikan layanan integrasi data serta redesain location data platform dan location intelligence analytics. Dengan produk unggulan seperti Form MAPID, IoT MAPID, dan GEO MAPID, dapat dilakukan pengumpulan data yang bisa diaplikasikan untuk kasus seperti bencana alam.

Selain itu, MAPID menyajikan visualiasi data lokasi yang terintegrasi dengan antarmuka yang mudah bagi pengguna. “Melalui layanan kami, perusahaan pengguna dapat melakukan survei dan penelitian, juga bertukar data,” kata Founder & CEO MAPID, Bagus Imam Darmawan.

IMAJIN merupakan startup yang memberikan platform manufacturing hub. Melalui platform ini, siapapun dapat memilih pelaku industri lokal untuk bekerja sama memproduksi produknya.

IMAJIN memudahkan IKM untuk mendapatkan proyek secara online. Dengan teknologi industri 4.0, IMAJIN menghubungkan pelaku industri dari satu tier ke tier lainnya.

Relationship Manager IMAJIN, Trie M Indrianty menyampaikan, salah satu permasalahan di manufaktur adalah sulitnya mendapatkan informasi dan mengakses pasar global.

“IMAJIN memfasilitasi industri untuk terhubung dengan para pengguna. Kami juga membantu industri dalam menghasilkan produk dengan standar internasional,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan