Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Anak Muda yang Belum Terinfeksi COVID-19 Ternyata Lebih Rentan Terjangkit

Ilustrasi. Pixabay

Topcareer.id – Studi terhadap 3.000 anak muda Marinir AS menemukan data yang cukup mengejutkan bagi yang tidak memiliki riwayat infeksi COVID-19.

Mereka yang belum memiliki riwayat terpapar COVID-19 memiliki risiko terjangkit lima kali lebih besar daripada mereka yang sebelumnya terinfeksi.

Hasil studi terhadap ribuan anak muda Marinir AS ini telah diterbitkan dalam jurnal Lancet Respiratory Medicine.

Studi ini juga menemukan bahwa sekitar 10% marinir muda yang selamat dari COVID-19 masih bisa mendapat paparan kedua.

“Namun, infeksi di masa lalu tidak menjamin kekebalan, vaksinasi tetap penting,” kata The Lancet di Twitter dengan tautan link ke temuan tersebut.

Dari 189 peserta muda seropositif (10%) tahun memiliki setidaknya satu tes PCR positif dengan masa tindak lanjut selama 6 minggu.

Marinir muda yang terinfeksi COVID-19 sebelumnya dan terinfeksi ulang memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah dan lebih sedikit antibodi penawar, berbeda dengan Marinir yang terinfeksi sebelumnya dan tidak terinfeksi ulang, studi tersebut menemukan.

Baca juga: Studi: Varian Baru Corona Di Brazil Bisa Menginfeksi Penyintas COVID-19

“Meskipun antibodi akibat induksi dari infeksi awal sebagian besar bersifat protektif, mereka tidak menjamin aktivitas netralisasi SARS-CoV-2 yang efektif atau kekebalan terhadap infeksi berikutnya,” kata penelitian tersebut.

Analisis ini berlangsung sebagai bagian dari studi prospektif Respon Tindakan Kesehatan untuk Marinir (CHARM) COVID-19.

CHARM mencakup sebagian besar kegiatan perekrutan Marinir AS laki-laki (18-20 tahun) dengan karantina tanpa pengawasan selama 2 minggu di rumah.

Studi terpisah dalam jurnal Lancet Maret lalu menemukan mayoritas orang yang pernah terjangkit COVID-19 terlindungi setidaknya selama enam bulan.

Tetapi, penelitian juga menemukan para orang yang berusia lebih tua akan lebih rentan terhadap infeksi ulang COVID-19 daripada mereka yang berusia lebih muda.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan