Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Info Beasiswa

Salah Satu yang Tercepat Vaksinasi, Negara Ini Tetap Alami Lonjakan Kasus

Topcareer.id – Chili saat ini jadi salah satu negara dengan program vaksinasi Covid-19 yang tercepat dan terluas di dunia. Namun, lonjakan infeksi baru-baru ini telah memicu kekhawatiran di luar perbatasannya.

Hampir 40% dari total populasi negara Amerika Selatan sekarang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19, menurut statistik yang dikumpulkan oleh Our World in Data, mencerminkan salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia.

Hanya Israel dan Inggris, masing-masing, yang telah menginokulasi sebagian besar populasi mereka dengan setidaknya satu dosis.

Meskipun demikian, Chili telah mengalami peningkatan tajam dalam infeksi virus corona dalam beberapa pekan terakhir, bahkan dengan peluncuran vaksin yang terkenal di dunia dan penguncian yang ketat untuk sebagian besar dari 19 juta penduduknya.

Direktur regional Pan American Health Organisation sejak itu menekankan bahwa untuk sebagian besar negara di kawasan ini, vaksin tidak akan cukup untuk mencegah peningkatan tingkat infeksi.

Jumlah kasus harian di Chili naik ke rekor tertinggi pada 9 April, naik di atas 9.000 untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai dan secara signifikan lebih tinggi dari puncak hampir 7.000 yang tercatat pada musim panas lalu.

Baca juga: Virgin Coconut Oil Jadi Obat Covid-19, Ini Penjelasannya

Menteri Kesehatan Enrique Paris pada Kamis mengatakan kepada wartawan bahwa dia berharap lonjakan kasus harian sekarang telah naik ke titik tertinggi.

“Begitu kami mencapai puncak itu, kami tidak mengharapkan penurunan tetapi stabilisasi dan kemudian kembali ke sejumlah kecil pasien positif,” katanya, menurut Reuters.

Pakar kesehatan mengatakan lonjakan kasus terbaru di negara itu, sebagian didorong oleh jenis virus yang lebih ganas, pelonggaran protokol kesehatan, peningkatan mobilitas, dan pembangkangan tindakan pencegahan sederhana – seperti menjaga jarak secara fisik dan mengenakan masker.

Center-right government Chili, yang dipimpin oleh Presiden Sebastian Pinera, telah memerintahkan penutupan perbatasan negara itu dari Maret hingga November 2020, meskipun dengan beberapa pengecualian.

Toko, restoran, dan beberapa resor liburan juga dibuka dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi negara yang dilanda pandemi.

Meskipun peluncuran vaksinasi di negara itu menjadi yang terdepan, penyebaran jenis virus yang lebih ganas – seperti varian P.1, yang pertama kali ditemukan pada pelancong dari Brasil – telah menyebabkan peningkatan kasus yang substansial.**(Feb)

Tinggalkan Balasan