Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

4 Negara yang Paling Nyaman Ditinggali, Tebak Juaranya!

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Tinggal di sebuah negara perlu memperhatikan kualitas hidup yang mencakup banyak hal seperti keamanan kerja, stabilitas politik, kebebasan individu, dan lingkungan.

Peringkat Negara Terbaik 2021, dibentuk dalam kemitraan dengan BAV Group dan Wharton School of the University of Pennsylvania.

Studi ini berdasarkan pada survei lebih dari 17.000 warga dunia dari empat wilayah untuk menilai persepsi 78 negara pada 76 metrik yang berbeda.

Subranking Quality of Life-nya berdasarkan pada skor dari sembilan atribut negara yang terkait dengan kualitas hidup di suatu negara.

Kesembilan atributnya yakni: terjangkau, pasar kerja yang baik, stabil secara ekonomi, ramah keluarga, kesetaraan pendapatan, stabil secara politik, aman, baik sistem pendidikan publik yang berkembang dan sistem kesehatan masyarakat yang berkembang dengan baik.

Orang-orang secara konsisten memandang sekelompok kecil negara sebagai yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan warganya.

Hasilnya, selama enam tahun berturut-turut, Kanada menempati peringkat No. 1 secara keseluruhan untuk kualitas hidup yang baik.

Tujuh negara Eropa berada di peringkat 10 besar, yakni: Denmark, Swedia, Norwegia, Swiss, Belanda, Finlandia dan Jerman.

Sementara itu Australia dan New Zealand juga finish di peringkat 10 besar negara dalam kualitas hidup.

Dari jajaran peringkat top dunia sebagai negara terbaik untuk ditinggali, berikut ini 4 yang terbaik.

Baca juga: 10 Negara Terbaik Bagi Perempuan Untuk Menjadi Pengusaha Di Masa Pandemi

1) Kanada
Nomor 1 dunia dalam peringkat kualitas hidup, dan tidak ada perubahan peringkat dari tahun 2020.

Kanada menempati sekitar dua perlima benua Amerika Utara, menjadikannya negara terbesar kedua di dunia setelah Rusia.

Kanada berpenduduk jarang, dengan sebagian besar dari 35,5 juta penduduknya tinggal dalam jarak 125 mil dari perbatasan AS.

Hutan belantara Kanada yang luas di utara memainkan peran besar dalam identitas Kanada, seperti halnya reputasi dalam menyambut imigran.

2) Denmark
Nomor 2 dunia dalam peringkat kualitas hidup, dan tidak ada perubahan peringkat dari tahun 2020

Lahir pada abad ke-10 dan mencakup dua negara pulau di Atlantik Utara, Kepulauan Faroe dan Greenland.

Bersama dengan Swedia dan Norwegia, Denmark membentuk negeri Skandinavia, sebuah wilayah budaya di Eropa Utara.

Denmark merupakan memiliki kualitas terbaik untuk hidup dengan gaya work-life balance, menurut laporan OECD tahun 2019.

Peluang karier di Denmark tetap tinggi meskipun gaya hidup negaranya yang sangat ramah terhadap kehidupan keluarga.

3) Swedia
Nomor 3 dunia dalam peringkat kualitas hidup, dan tidak ada perubahan peringkat dari tahun 2020

Kerajaan Swedia, terapit oleh Norwegia di barat dan Laut Baltik di timur, meluas melintasi sebagian besar Semenanjung Skandinavia dan merupakan salah satu yang terbesar di Uni Eropa berdasarkan daratan.

Swedia menempati peringkat di atas rata-rata untuk semua dimensi pada survey kualitas hidup warganya di sana.

Kualitas lingkungan sangat baik, memiliki kualitas pendidikan yang hebat, work-life balance, kesehatan, pekerjaan, keselamatan, dan hubungan sosial semuanya berkualitas tinggi.

4) Norwegia
Nomor 4 dunia dalam peringkat kualitas hidup, dan tidak ada perubahan peringkat dari tahun 2020

Kerajaan Norwegia ada di paling barat semenanjung Skandinavia, sebagian besar terdiri dari daerah pegunungan.

Hampir semua penduduknya tinggal di selatan, mengelilingi ibu kota, Oslo. Garis pantai Norwegia terdiri dari ribuan mil fjord, teluk, dan pantai pulau.

Norwegia menempati peringkat 1 pada Human Development Index tahun 2019 dan menempati peringkat tinggi dalam beberapa poin.

Keamanan, kesejahteraan, kualitas lingkungan, pekerjaan, hubungan sosial, dan kesehatan semuanya meraih poin yang tinggi.

Norwegia terkenal sebagai negara kaya dengan standar hidup tertinggi dengan dukungan ekspor minyak dan gas yang efisien dan stabil.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan