Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Khusus Vaksinasi Lansia, Pemerintah Siapkan Program Home Care dan Home Delivery

Dok/rmit.edu.au

Topcareer.id – Saat ini pemerintah tengah melakukan vaksinasi terhadap petugas publik dan kelompok lanjut usia (lansia) sekaligus. Sayangnya jumlah lansia yang telah divaksin masih jauh dari target yang ditentukan.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (Killcovid-19) mempercepat penyuntikan vaksinasi dengan meluncurkan layanan Home Care dan Home Delivery, yang dikhususkan bagi para lansia.

Ketua Umum Kill Covid 19, Adharta Ongkosaputra, pun menjelaskan perbedaan kedua layanan ini. Menurutnya Home Care adalah penjemputan lansia menuju lokasi vaksinasi.

“Kita menyediakan tim untuk menjemput para lansiadi rt, rw, kelurahan ataupun kecamatan. Setelah kita jemput, lalu dibawa ke sentra vaksinasi terdekat atau ke rumah sakit yang kita tunjuk,” ujarnya dalam konferensi pers di Rumah Sakit Husada, Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Dari Target 21,6 Juta, Baru 1,5 Juta Lansia yang Vaksinasi, Ini Kendalanya

Sedangkan Home Delivery, Adharta menambahkan adalah layanan vaksinasi di lokasi para lansia berada seperti panti werda, panti jompo dan tempat-tempat lainnya.

“Karena banyak sekali orang tua yang belum mampu untuk menuju ke sentra vaksinasi, puskesmas atau rumah sakit. Sehingga kita akan jemput bola,” pungkasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa saat ini kelompok lansia dan pekerja publik merupakan kelompok yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi.

Dan hingga saat ini, data Kemenkes menunjukan jika vaksinasi terhadap pekerja publik lebih cepat yakni telah mencapai 60–70 % dari target.

Sebaliknya, vaksinasi terhadap lansia baru terealisasi sekitar 3 juta orang. Padahal targetnya sekitar 21,6 juta lansia.

“Kenyataannya lansia ini kalah gesit dari yang muda-muda. Tenaga publik itu targetnya 17,6 juta, itu sudah hampir semuanya dapat. Tapi lansia yang justru lebih banyak 21,6 juta orang di Indonesia, justru lebih berisiko, itu yang agak pelan,” pungkas Menkes.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan