Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Dari Target 21,6 Juta, Baru 1,5 Juta Lansia yang Vaksinasi, Ini Kendalanya

Dok/rmit.edu.au

Topcareer.id – Lansia menjadi prioritas dalam pemberian vaksin Covid-19. Namun, pelaksanaannya vaksinasi bagi lansia masih jauh dari harapan. Dari total sasaran sebanyak 21,6 juta lansia, per 30 Maret 2021 jumlah lansia yang telah disuntik vaksin baru sekitar 1,5 juta orang.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Reni Rondonuwu menyampaikan, salah satu hal yang menjadi kendala masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia adalah kemudahan akses ke lokasi vaksinasi.

Dengan fisik yang sudah mulai menurun, lansia membutuhkan tempat vaksinasi yang mudah dekat dan mudah dijangkau. Untuk itu, butuh komitmen dari Pemda untuk tidak hanya fokus pada penyediaan lokasi vaksinasi di pusat kota, namun juga tingkat kecamatan bahkan desa.

“Persoalannya ada pada komitmen dari Pemda terutama untuk membantu akses lansia untuk datang ke tempat vaksinasi. Kalau di kota besar ada sentra-sentra vaksinasi, tetapi harus dilihat juga kegiatan vaksinasi di kecamatan maupun pedesaan, ini yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah,” kata Maxi mengutip siaran pers, Kamis (1/4/2021).

Karena tidak semua sasaran vaksinasi memiliki kondisi sosial maupun ekonomi yang sama seperti lokasi vaksinasi yang jauh, ketiadaan pendamping, akses transportasi yang sulit dan lain-lain. Hal inilah yang kemudian menghambat para lansia untuk mengikuti vaksinasi.

Baca juga: WEF: Butuh 136 Tahun Untuk Mencapai Kesetaraan Gender Global

Menurutnya daerah perlu melakukan gerakan bersama yang jauh lebih masif dengan melibatkan stakeholder terkait agar semakin banyak lansia yang divaksinasi. Termasuk menciptakan model baru vaksinasi yang mudah, aman dan nyaman.

“Kami membuat kebijakan, satu pendamping yang membawa dua lansia akan ikut disuntik vaksin. Mudah-mudahan di daerah juga akan diimplementasikan. Karena ada 456 Kabupaten/Kota yang cakupan vaksinasi lansia masih dibawah 25%. Saya kira daerah perlu mencontoh DKI Jakarta, yang mana camat maupun lurah ikut terlibat untuk memobilisasi lansia,” papar Maxi.

Di samping kemudahan akses, kepercayaan masyarakat mengikuti vaksinasi untuk melindungi dari potensi penularan Covid-19, turut menjadi perhatian pemerintah.

Sebab, ada kecenderungan para anak-anak lansia ini khawatir mengikutsertakan orang tua mereka vaksinasi karena takut akan keamanan dan efektivitas vaksin.

“Di DKI sudah datang door to door ke apartemen, tetapi ketika datang hanya 25% saja yang mau. Kebanyakan di proteksi oleh anak-anaknya, oleh karenanya ketakutan yang muncul ini sepertinya kita perlu untuk terus melakukan sosialisasi,” terangnya.

Tinggalkan Balasan