Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Radiasi Baik untuk Kesehatan, Klaim dari Ilmuwan

Topcareer.id – Paparan radiasi yang tinggi sebenarnya dapat menyebabkan efek kesehatan yang jelas menguntungkan pada manusia.

Hal ini dikemukakan oleh ilmuwan Ben-Gurion University of the Negev and Nuclear Research Center Negev (NRCN) yang meneliti radiasi.

Ini adalah studi skala besar pertama yang meneliti dua sumber utama radiasi latar belakang, yakni terestrial dan kosmik yang mencakup seluruh populasi AS.

Temuan studi baru-baru ini dipublikasikan di Biogerontology.

Radiasi latar belakang adalah radiasi ionisasi yang ada di lingkungan karena sumber alam.

Para peneliti Ben-Gurion University (BGU) menunjukkan ada harapan hidup sekitar 2,5 tahun lebih lama di antara orang-orang yang tinggal di daerah dengan paparan latar yang relatif lebih tinggi.

Radiasi latar belakang meliputi yang berasal dari luar angkasa, dan dari sumber terestrial.

Sejak 1960-an, telah ada kebijakan panduan hipotesis tanpa ambang batas linier bahwa setiap tingkat radiasi membawa beberapa risiko.

Baca juga: Kebakaran Hutan Dekat Chernobyl Akibatkan Radiasi Melonjak

Ratusan miliar dolar dihabiskan di seluruh dunia untuk mengurangi tingkat paparannya sebanyak mungkin.

“Teori ilmiah selama puluhan tahun itu kini bisa terbantahkan oleh para peneliti luar biasa di BGU,” kata Doug Seserman, kepala eksekutif, American Associates, BGU.

“Temuan ini bahkan memberikan rasa lega bagi mereka yang tinggal di daerah AS dengan radiasi latar lebih tinggi dari rata-rata.”

Menurut Profesor BGU Vadim Fraifeld dan Marina Wolfson, bersama dengan Dr.Elroei David dari Pusat Penelitian Nuklir Negev, tingkat yang lebih rendah dari beberapa jenis kanker ada ketika tingkat radiasi berada di ujung spektrum yang lebih tinggi daripada di ujung bawah.

Di antara pria dan wanita, terdapat penurunan yang signifikan pada kanker paru-paru, pankreas, usus besar dan rektal.

Di antara pria, ada penurunan tambahan pada kanker otak dan kandung kemih. Tidak ada penurunan pada kanker serviks, payudara atau prostat atau leukemia.

Dengan menggunakan kalkulator dosis Badan Perlindungan Lingkungan AS, para peneliti mengambil data dari 3.129 negara bagian AS.

Untuk data studi mengenai tingkat kanker berasal dari Statistik Kanker Amerika Serikat.

Sementara itu data harapan hidup mengambil dari Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington Medical Center.

Temuan ini memberikan indikasi jelas untuk mempertimbangkan kembali paradigma linier tanpa ambang batas, setidaknya dalam kisaran alami dosis rendah.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan