Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

BKPM Catat Realisasi Investasi RI Triwulan I Capai Rp219,7 T

neraca perdagangan RI surplus lagi.Prediksi pertumbuhan ekonomi. (ilustrasi)

Topcareer.id – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari–Maret) untuk Tahun 2021 sebesar Rp 219,7 triliun, atau meningkat 4,3% jika dibandingkan triwulan I Tahun 2020.

Sedangkan jika dibandingkan dengan periode triwulan sebelumnya, realisasi investasi Triwulan I 2021 meningkat sebesar 2,4%.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyampaikan dalam siaran pers bahwa capaian realisasi investasi Rp 219,7 triliun berkontribusi sebesar 25,5% terhadap target nasional sebesar Rp 858,5 triliun. Beberapa poin pentingnya adalah:

(i) realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7% dibandingkan dengan tahun 2020 pada periode yang sama,
(ii) industri manufaktur mendominasi capaian realisasi investasi yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; industri makanan; dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain,
(iii) Negara Swiss dalam pertama kalinya masuk peringkat ke-5 besar PMA tertinggi sebagai kontributor FDI di Indonesia.

Pertumbuhan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat sebesar 4,2%, dari Rp 103,6 triliun di Triwulan IV Tahun 2020 menjadi Rp 108,0 triliun di Triwulan I Tahun 2021.

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat 14,0% dibanding Triwulan I Tahun 2020 dari Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. Realisasi investasi PMA mencapai 50,8% dari capaian realisasi triwulan I tahun 2021.

Baca juga: 10 Miliarder Termuda Di Dunia Versi Forbes

“Realisasi investasi asing sebesar 50,8% menunjukkan tumbuhnya kepercayaan dunia atas iklim investasi serta potensi investasi di Indonesia,” kata Kepala BKPM dalam siaran pers, Senin (26/4/2021).

“Hal ini tentu perlu mendapatkan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang membantu kami dalam mendorong pertumbuhan investasi, terutama di saat pandemi covid-19 masih dirasakan sampai ini.”

Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal PMA terbesar untuk periode Januari-Maret 2021 mencakup sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain; Industri Makanan dan Minuman; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Pertambangan; serta Industri Pembuatan Logam Dasar bukan Besi dengan nilai realisasi investasi sebesar USD1,8 milliar.

“Jawa Barat mendapatkan porsi terbesar dari 5 PMA penyumbang utama capaian realisasi periode ini. Yang pertama dari investasi di sektor kendaraan bermotor yang akan memproduksi kendaraan mesin listrik serta pembangunan infrastruktur kereta cepat,” jelas Bahlil.

Kedua proyek ini, kata dia, akan menjadi salah satu batu loncatan meningkatkan potensi Indonesia di mata dunia.

“Secara pribadi saya yakin pertumbuhan investasi di wilayah lain akan terus meningkat, salah satunya di Jawa Tengah melalui beberapa proyek prioritas di kawasan industri Batang dengan fasilitas dan infrastruktur yang telah disiapkan Pemerintah.”

Tinggalkan Balasan