Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Studi: Satu Dosis Vaksin Covid-19 kurangi Separuh Penularan

Ilustrasi Vaksin. Dok/Pixabay

Topcareer.id – Sebuah penelitian oleh Public Health England telah menemukan bahwa satu dosis vaksin virus corona Covid-19 dapat mengurangi penularan di dalam rumah hingga setengahnya.

Studi PHE itu menemukan, orang yang terinfeksi virus corona tiga minggu setelah menerima satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca-University of Oxford memiliki kemungkinan antara 38% dan 49% lebih kecil untuk menularkan virus ke kontak rumah mereka daripada mereka yang tidak divaksinasi.

Perlindungan terlihat dari sekitar 14 hari setelah vaksinasi, dengan tingkat perlindungan yang sama tanpa memandang usia kasus atau kontak.

Perlindungan ini di atas pengurangan risiko orang yang divaksinasi mengembangkan gejala infeksi di tempat pertama, yaitu sekitar 60% hingga 65% – empat minggu setelah satu dosis dari salah satu vaksin, catat PHE.

Memiliki kedua dosis vaksin virus corona (penundaan antara dosis hingga 12 minggu di Inggris) memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi terhadap infeksi Covid.

“Kami sudah tahu bahwa vaksin menyelamatkan nyawa dan penelitian ini adalah data dunia nyata paling komprehensif yang menunjukkan bahwa vaksin juga menghentikan penularan virus mematikan ini,” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, dikutip CNBC.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 Dari India Sudah Masuk Ke Indonesia

“Ini semakin memperkuat bahwa vaksin adalah jalan keluar terbaik dari pandemi ini karena mereka melindungimu dan dapat mencegahmu secara tidak sadar menginfeksi seseorang di rumah.”

Baik vaksin Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca sedang digunakan secara luas di Inggris Raya, dengan vaksin Moderna sekarang juga ditambahkan ke program imunisasi.

Studi PHE mencatat bahwa rumah tangga adalah pengaturan berisiko tinggi untuk penularan dan memberikan bukti awal tentang dampak vaksin dalam mencegah penularan selanjutnya.

Hasil serupa dapat diharapkan di pengaturan lain dengan risiko penularan serupa, seperti akomodasi bersama dan penjara, catatnya.

Studi tersebut, yang merupakan pracetak yang belum ditinjau sejawat, mencakup lebih dari 57.000 kontak dari 24.000 rumah tangga di mana ada kasus virus corona yang dikonfirmasi di laboratorium yang telah menerima vaksinasi, dibandingkan dengan hampir 1 juta kontak dari kasus yang tidak divaksinasi.**(Feb)

Tinggalkan Balasan