Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Mei 17, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kanada Laporkan Kematian Pertama Pasien setelah Menerima Vaksin AstraZeneca

Foto ilustrasi

Topcareer.id – Provinsi Quebec melaporkan kematian pertama pasien di Kanada karena kondisi pembekuan darah langka setelah menerima vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Kanada telah melaporkan setidaknya lima kasus pembekuan darah setelah imunisasi dengan vaksin tersebut.

Namun, pejabat kesehatan masyarakat mempertahankan pendapat bahwa manfaat suntikan AstraZeneca lebih besar daripada potensi risikonya.

Otoritas kesehatan Kanada sedang mengumpulkan informasi tambahan tentang kasus ini, kata badan kesehatan masyarakat negara itu.

Direktur Kesehatan Masyarakat Quebec Horacio Arruda mengatakan kepada wartawan bahwa kematian pasien karena trombosis tidak mengubah strategi vaksinasi provinsi tersebut.

Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan laporan pembekuan darah dengan trombosit rendah pada orang yang menerima vaksin vaksin AstraZeneca sangat jarang.

Komplikasi langka ini oleh beberapa regulator termasuk Health Canada, mereka menyebutnya sebagai Trombositopenia Kekebalan Prothrombotik akibat induksi Vaksin.

Hal ini melibatkan pembekuan darah dengan jumlah trombosit yang rendah menyertainya, serta sel-sel dalam darah yang membantunya menggumpal.

Baca juga: Kanada Kini Tangguhkan Penerbangan Dari India

Health Canada mengatakan risiko yang terkait dengan kondisi tersebut kemungkinan akan turun dengan peningkatan kesadaran dan pengobatan dini.

Menteri Kesehatan Quebec Christian Dubé mengatakan provinsi tersebut telah memvaksinasi sekitar 400.000 orang dengan suntikan AstraZeneca.

“Ini adalah risiko yang telah diperhitungkan, tetapi ternyata ketika kita memikirkan wanita ini, keluarganya, orang-orang terdekatnya … itu sulit,” kata Perdana Menteri Quebec, François Legault tentang pasien tersebut, seorang wanita berusia 54 tahun.

AstraZeneca Canada mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengetahui penyelidikan atas kematian tersebut.

Dan pihaknya merasa “tidak pantas bagi untuk berkomentar lebih lanjut tentang kasus individu tertentu.”

Health Canada, Badan Kesehatan Masyarakat Kanada serta provinsi dan wilayah akan terus memantau penggunaan semua vaksin COVID-19 dengan cermat.

Menghadapi gelombang ketiga virus corona, beberapa provinsi di Kanada, termasuk provinsi terpadat di negara itu, Ontario, baru-baru ini mulai menawarkan vaksin AstraZeneca kepada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas.

Quebec, tempat kasus virus corona baru-baru ini menurun, menawarkan vaksin AstraZeneca untuk orang berusia 45 tahun ke atas.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan