Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

600 Karyawan Nestle Terancam PHK, Ini Sebabnya

NestleNestle

Topcareer.id – Nestle, perusahaan pengolahan makanan dan minuman multinasional asal Swiss berencana menutup pabriknya di Inggris.

Dengan ini Nestle bisa mem-PHK hampir 600 karyawannya di Inggris, hal ini bertujuan untuk mengalihkan produksi beberapa produk ke Eropa.

Nestle mengusulkan penutupan pabriknya di Fawdon, Newcastle, Inggris, menjelang akhir 2023 nanti.

Perusahaan mengusulkan perubahan untuk menyesuaikan manufakturnya di masa depan, dengan investasi £ 29,4 juta di pabriknya di York dan Halifax.

Perusahaan tersebut mengatakan, “Nestle Confectionery memiliki strategi bisnis yang ambisius di Inggris dan proposal ini dimaksudkan untuk mendukung kesuksesan jangka panjang kami dalam kategori yang semakin kompetitif.”

Perubahan ini akan menciptakan jejak produksi yang lebih efisien dan pada gilirannya memungkinkan investasi strategis yang lebih besar untu Nestle.

“Kami telah memilih untuk mengumumkan proposal ini sedini mungkin untuk memberikan waktu maksimum dalam berkonsultasi dengan kolega dan serikat pekerja kami,” kata perusahaan.

Baca juga: Jual Ide Ke Nestle, Penemu Kue Chocolate Chip Cookies Ini Dapat Cokelat Gratis Seumur Hidup

Pabrik di Fawdon, yang pertama kali beroperasi pada tahun 1958, membuat produk termasuk Fruit Pastilles, sedangkan di York memproduksi KitKat.

Perusahaan ini mempekerjakan 8.000 pekerja di Inggris. Mereka mengusulkan pemindahan produksi produk dari Fawdon ke pabrik lain di Inggris dan Eropa.

Perusahaan mengatakan akan memastikan mereka yang terkena dampak akan “mendapat dukungan dengan benar” selama proses konsultasi.

Reaksi para pekerja Nestle

Kepala Serikat Pekerja Nasional Inggris GMB, Ross Murdoch berkata, “Menghancurkan ratusan nyawa demi mengejar keuntungan yang kejam bagi para pekerja, yang telah membuat perusahaan terus berjalan selama pandemi global, sungguh memuakkan.”

“Nestle adalah produsen makanan terbesar di dunia, dengan keuntungan besar. Seharusnya mampu memperlakukan pekerjanya dengan benar,” ujar Murdoch.

“Sebaliknya, mereka membiarkan pabrik memburuk, melakukan outsourcing produksi ke luar negeri dan sekarang memangkas hampir 600 karyawan.”

Joe Clarke, pejabat nasional dari serikat pekerja Unite, berkata, “Berita tentang rencana Nestle untuk situsnya di Newcastle dan York merupakan pukulan yang kejam bagi tenaga kerja yang berdedikasi, bagi keluarga mereka, dan lebih luas lagi, ekonomi regional.”

“Fakta bahwa pengumuman ini datang selama pandemi global sangat pahit dan tidak berperasaan,” tutur Clarke.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan