Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Hindari Kerumunan, Satgas Sarankan Warga Belanja Online

belanja onlineIlustrasi foto belanja online. Dok. thejournal.ie

Topcareer.id – Tradisi belanja baju baru jelang lebaran ternyata masih digemari, meski di masa pandemi Covid-19. Terbukti dari adanya kenaikan mobilitas penduduk, khususnya ke pusat perbelanjaan di dua minggu menjelang lebaran. Satgas lebih menyarankan masyarakat memilih opsi belanja online

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyayangkan tingginya mobilitas penduduk jelang lebaran yang memicu kerumunan.

“Masyarakat dapat memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), yaitu belanja online untuk meminimalisir terpapar virus Covid-19,” kata Prof. Wiku dalam konferensi pers, Selasa (4/5/2021).

Satgas Covid-19 telah melakukan pengamatan dengan menghimpun data dari Google Mobility pada rentang waktu di tanggal 11 Maret-16 April 2021.

Dalam pengamatan 3 minggu terakhir, ada 6 provinsi dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia, yaitu Provinsi Aceh (41%), Gorontalo (58%), Kalimantan Utara (47%), Maluku Utara (57%), Sulawesi Tenggara (55%), dan Sumatera Barat (53%).

Dengan puncak kenaikan masing-masing 9 April 2021. Kenaikan mobilitas berdasarkan data ini, dikhawatirkan akan diikuti kenaikan kasus, sebagaimana pengalaman serupa pada waktu sebelumnya.

Lebih lanjut Wiku menyampaikan harapannya bahwa kenaikan mobilitas ini tidak mengganggu kondisi Covid-19 nasional yang cukup stabil, hasil jerih payah masyarakat dan pemerintah selama lebih dari setahun terakhir.

Baca juga: WHO Pantau 10 Mutasi BaruVirus Corona Di Dunia, Ini Rinciannya

Setiap daerah tanpa terkecuali harus benar-benar melakukan antisipasi potensi lonjakan. Pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya.

Tujuannya, demi mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat menjadi cara penularan COVID-19 yang lebih masif.

“Untuk menjamin sistem yang dibuat dapat dijalankan dengan baik maka buatlah satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan,” saran Wiku.

Perlu diingat bahwa Indonesia belum keluar dari pandemi, sehingga ancaman penularan masih ada dan nyata. Untuk itu hal terbaik yang bisa dilakukan ialah melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial ekonomi masyarakat berkembang ke arah yang lebih baik.

“Dari data ini kita dapat bersama-sama belajar bahwa sektor sosial dan ekonomi sangat berkaitan dan cara bijak untuk mampu mencapai hasil yang baik pada kedua sektor tersebut. Melalui kebijakan gas-rem yang berlandaskan fakta dan data yang ada,” pungkas Wiku.

Tinggalkan Balasan