Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Efek Pandemi, Perusahaan di Amerika Utara Beli Banyak Robot

Topcareer.id – Perusahaan di Amerika Utara tengah meningkatkan pengeluaran mereka untuk pengembangan robot dalam industry.

Mereka mulai melakukannya pada kuartal pertama tahun ini karena mereka berjuang untuk memenuhi permintaan yang melonjak setelah pandemi COVID-19.

Perusahaan memesan 9.098 robot senilai US$ 466 juta pada kuartal pertama, meningkat 19,6% dari tahun lalu, menurut Association for Advancing Automation.

Robot dulunya terkonsentrasi di industri otomotif tetapi sekarang bergerak ke lebih banyak sudut seperti gudang e-commerce hingga pabrik pengolahan makanan.

Untuk pertama kalinya, banyak robot pesanan perusahaan di Amerika Utara ini tidak ditujukan untuk pabrik mobil atau pemasok suku cadang.

Pertumbuhan terkuat di kuartal terakhir terjadi pada produsen logam, di mana pesanan melonjak 86%.

Pesanan ke perusahaan ilmu hayati, farmasi dan biomedis naik 72%, sementara pesanan ke perusahaan barang konsumen naik 32%.

“Ekonomi yang kuat jelas membantu,” kata Jeff Burnstein, presiden Association for Advancing Automation.“

“Ini memberi perusahaan kepercayaan diri untuk berinvestasi dalam lebih banyak hal – termasuk lebih banyak otomatisasi.” Tambahnya.

Baca juga: Siap-Siap, Robot Akan Ambil Alih 20 Juta Pekerjaan Manusia Di 2030

Burnstein mengatakan pandemi membekukan banyak bisnis, karena operasional perusahaan terpaksa tutup untuk melindungi kesehatan manusia.

“Namun pada akhirnya hal itu mempercepat adopsi otomatisasi, karena organisasi menyadari jika mereka akan melakukannya, sekaranglah waktunya.” Jelas Burnstein.

Tyson Foods Inc, perusahaan daging AS, termasuk di antara mereka yang ingin menggunakan lebih banyak robot di jalur produksinya.

Pada 2019, perusahaan membuka pusat penelitian otomasi seluas 26.000 kaki persegi di dekat kantor pusatnya di Springdale, Arkansas.

“Sebagian besar, masih terlalu dini untuk beberapa sistem yang benar-benar inovatif dan eksklusif yang kami kembangkan,” kata Marty Linn, direktur teknik pusat.

Mengotomatiskan pekerjaan seperti memotong bulu ayam sangat sulit, katanya, karena ukuran dan bentuk setiap ayam bisa sangat bervariasi.

Robot akan bisa bekerja paling baik jika mereka dapat menangani item yang seragam.

Dengan pemikiran tersebut, Tyson Foods Inc telah mulai memasang robot di pabriknya yang berada di ujung jalur produksinya.

Dan secara otomatis robot akan menumpuk serta membungkus kotak di atas palet, sebuah proses yang melibatkan bentuk standar dan pengulangan gerakan yang tepat.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan