Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 20, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Entitlement Mentality atau Mentalitas Hak? (Bagian 2)

Topcareer.id – Entitlement mentality atau mentalitas hak adalah sifat manusia yang merasa paling berhak. Misalnya orang yang mencoba memotong antrianmu.

Seseorang dengan mentalitas hak memaksa duduk di hadapanmu di kafe yang sibuk tanpa reservasi dan tanpa permisi.

Sederhananya, orang yang memiliki perasaan berhak tersebut akan menganggap aturan yang ada tidak berlaku untuk mereka.

Mengatasi entitlement mentality atau mentalitas hak
Jika kamu merasa memiliki sifat mentalitas hak dan sudah mengganggu hubunganmu dengan orang lain, ada cara untuk mengubah pola pikirmu.

Mempraktikkan rasa syukur dan kerendahan hati dapat membantumu menjadi lebih bertanggung jawab dan penuh perhatian.

Jika kamu ingin mencoba mengatasi masalah mentalitas hak, mulailah dengan tips berikut ini:

Baca juga: 10 Jenis Ahli Kesehatan Mental (Bagian 2)

Bagian kedua dari artikel:

  • Buat aturan untuk diri sendiri
    Berlatihlah memperlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan. Terlepas dari status sosial, kita semua adalah manusia.
  • Sadarilah bahwa tidak semua situasi tidak adil
    Jika kamu berada dalam situasi yang menurutmu tidak adil, berhenti sejenak dan pikirkan tentang kebaikan yang lebih besar.

Apakah benar karena kamu membayar uang kuliah, lantas kamu harus mendapat nilai yang bagus? Coba pertimbangkan bagaimana dunia akan terlihat jika tidak ada orang lain yang harus bekerja mereka mendapatkan nilai.

  • Menghormati
    Gunakan rasa hormat dan kebaikan saat berinteraksi dengan orang lain. Setiap orang adalah manusia dengan perasaan dan masalahnya masing-masing.

Cobalah bersikaplah lebih lembut pada orang lain. Bersikaplah simpatik terhadap kebutuhan mereka.

  • Belajar dari kesalahanmu
    Perlakukan kegagalan sebagai alat pembelajaran. Kegagalan bukanlah akhir dari dunia. Kesalahan yang sudah kamu buat masih bisa diperbaiki lain kali.

Jangan pernah berhenti belajar, dan carilah nilai yang penting dalam sebuah kegagalan yang kamu alami.

  • Berlatih pengambilan perspektif
    Ambil contoh terbaru saat kamu merasa agak kesal dengan seseorang.

Luangkan waktu tiga menit untuk menulis tentang situasi tersebut dari sudut pandang orang lain. Berlatihlah memahami apa perasaan mereka sebenarnya.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan