Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

3,6 Juta Pemudik Bakal Ramaikan Arus Balik pada H+2 Lebaran

mudikSumber foto: bisnis.com

Topcareer.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi 22 persen atau sekitar 3,6 juta pemudik akan kembali saat arus balik pada H+2 Lebaran. Sementara, untuk mengantisipasi lonjakan pada arus balik, Kemenhub usulkan dua hal.

“Kami juga membahas rencana kepulangan dari daerah mudik, (diperkirakan) sebanyak 22% atau sekitar 3,6 juta pemudik akan balik pada H+2, jadi yang akan kami usulkan, harus ada yang menunda kepulangan supaya tidak semuanya bertemu di waktu dan lokasi yang sama,” kata Menhub dalam keterangan pers, Senin (10/5/2021).

Pada masa pra larangan mudik (22 April-5 Mei) kemarin, terjadi kenaikan jumlah penduduk yang keluar dari daerah asalnya (sekitar 20%-30%), karena pemerintah memberi syarat lebih ketat untuk hasil tes hanya berlaku 1 hari.

Hal ini menyebabkan para pemudik memajukan mudiknya sebelum 6 mei, sehingga setelah tanggal itu terjadi penurunan signifikan jika dibandingkan masa pra-larangan mudik, dengan rincian jumlah rata-rata penumpang harian sbb: angkutan jalan (-83,4%), angkutan laut (-33,9%), angkutan udara (-93,5%), penyeberangan (-65%), dan kereta api (-56%).

Menhub menjelaskan, pihaknya akan melakukan antisipasi terjadinya lonjakan pergerakan pada arus balik. Kemenhub memprediksi akan terjadi lonjakan pada H+2 Idul Fitri 1442 H/2021.

“Ada dua hal yang kami usulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama yaitu, menghimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan,” papar Menhub.

Baca juga: Menaker Bongkar Salah Satu Profesi Yang Paling Bahaya

Kedua, tambah dia, pihaknya usul untuk dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni.

“Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat,” ujarnya.

Sementara, lanjutnya, untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik.

Terkait pengendalian transportasi di masa larangan mudik pada evaluasi sementara, secara umum berjalan dengan baik. Terlihat dari jumlah pergerakan penumpang yang menurun cukup signifikan di semua moda transportasi.

“Secara umum peniadaan mudik ini ditanggapi dengan cukup baik oleh masyarakat , ditandai dengan adanya penurunan jumlah pergerakan penumpang selama 6-9 Mei 2021 yang mencapai 77% di semua moda transportasi,” kata Menhub.

Tinggalkan Balasan