Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

6 Tanda Kamu Hadapi “Hurry Sickness,” Semua Serba Buru-Buru (Bagian 1)

Ilustrasi. (dok. Safebee)

Topcareer.id – Apakah kamu merasa terus menerus berlomba untuk menyelesaikan daftar tugas harianmu, serta melakukan beberapa tugas sekaligus, bahkan dengan itu kamu merasa selalu terlambat? Kamungkinan kamu memiliki ‘Hurry Sickness’ atau penyakit terburu-buru.

Mengutip Huffpost, penyakit terburu-buru adalah pola perilaku (bukan kondisi yang dapat didiagnosis) yang ditandai dengan kesibukan dan kecemasan kronis serta rasa urgensi yang terus-menerus dan berlebihan, bahkan ketika tidak perlu bergerak terlalu cepat.

Istilah ini diciptakan oleh ahli jantung Meyer Friedman dan Ray Rosenman dan dipopulerkan dalam buku 1974 mereka, “Type A Behavior And Your Heart.”

Ternyata, “hurry sickness” adalah komponen dari kompleks kepribadian Tipe A yang lebih luas, menurut John Schaubroeck, ketua dan profesor manajemen di Robert J. Trulaske Sr. College of Business Universitas Missouri.

“Jika seseorang secara kronis terburu-buru, ia juga sangat mungkin terdorong untuk mencapai hasil yang kecil dalam jangka pendek, menjadi kompetitif, dan tidak sabar dengan orang lain,” katanya kepada HuffPost. Berikut ini tanda-tandanya.

1. Kamu memperlakukan segala sesuatu seperti perlombaan

Beberapa situasi memang mengharuskan kita untuk bergerak dengan tergesa-gesa – seperti saat kita harus memenuhi tenggat waktu pekerjaan yang penting. Namun, yang lainnya tidak. Orang dengan penyakit terburu-buru mengalami kesulitan untuk membedakan antara kapan kesibukan diperlukan dan kapan tidak.

Baca juga: 4 Alasan Untuk Tidak Tidur Dengan TV Menyala

“Jika kamu mendapati diri memperlakukan tugas-tugas kecil sehari-hari seperti berbelanja, makan atau mengemudi sebagai perlombaan, dan penundaan apa pun menyebabkan perasaan cemas, kamu mungkin berurusan dengan hurry sickness,” kata Lee Chambers, seorang psikolog lingkungan dan konsultan kesejahteraan berbasis di Inggris.

2. Kamu merasa tidak mungkin melakukan satu tugas dalam satu waktu

Saat kamu menghadapi penyakit terburu-buru, multitasking adalah temanmu. Faktanya, berfokus hanya pada satu tugas – bahkan untuk waktu yang singkat – terasa tak tertahankan bagimu.

“Kamu akan mencoba mencari tahu apa lagi yang bisa kamu masukkan saat kamu memasak makan siang di microwave atau menyikat gigi, misalnya,” kata Richard Jolly, seorang konsultan organisasi dan asisten profesor di Sekolah Manajemen Kellogg Universitas Northwestern.

3. Kamu sangat mudah tersinggung saat menghadapi penundaan

Mengantre di bank, duduk di ruang tunggu janji dengan dokter, atau terjebak kemacetan benar-benar membuat darahmu mendidih. “Kamu menjadi cemas dan frustrasi dalam kemacetan bahkan jika kamu tidak perlu tiba di tempat tujuan pada waktu tertentu,” kata Schaubroeck.

Tanda lainnya? Kamu adalah tipe orang yang menekan tombol “tutup pintu” di lift berulang kali. Kamu akan melakukan apa saja untuk menghindari membuang-buang waktu, meskipun itu membuatmu terlihat konyol.**(Feb)

Tinggalkan Balasan