Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Kegagalan Bisa jadi Bagian Positif dalam Hidup, Begini Caranya

Sumber foto: conferencecall.co.uk

Topcareer.id – Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa beberapa orang bisa menangani kegagalan dengan sangat baik?

Mereka menerima kegagalan dengan tenang dan tidak membiarkan apa pun menghalangi mereka untuk terus bekerja mencapai tujuannya.

Bagaimana mereka melakukan ini? Apakah orang-orang ini jauh lebih tangguh daripada kamu?

Ketangguhan mental merupakan ide yang rumit, tidak mudah menyimpulkannya dengan mengatakan satu orang lebih tangguh dari yang lain.

Kemampuan untuk menjadi tangguh dan bangkit kembali setelah gagal adalah salah satu atribut yang membentuk ketangguhan mental.

Padahal, untuk membangun bentuk ketangguhan mental ini tidaklah rumit.

Mereka yang mampu menghadapi kegagalan dan melewati semuanya memiliki satu kesamaan, yakni perspektif mereka tentang apa itu gagal.

Bagaimana Mengembangkan Perspektif Positif tentang Kegagalan
Memberi tahu orang untuk memiliki pandangan positif tentang gagalnya mereka, dapat memaparkan mereka dengan beberapa penolakan.

Inti dari gagal yakni suatu hal dengan hasil yang tidak diinginkan, jadi mengapa harus bersikap positif terhadapnya?

Tentu saja semua orang suka sukses. Bukan hanya itu cara kesuksesan bekerja, pada kenyataannya, semakin tinggi tujuan kamu, maka kemungkinan kamu gagal juga semakin tinggi.

Tetapi itu tidak berarti membuatmu menginginkan kegagalan agar bisa sukses. Memiliki perspektif positif berarti mengubah cara kegagalan dalam mempengaruhi hidupmu.

Daripada membiarkannya menghancurkanmu, kamu dapat memilih untuk menggunakannya dengan cara yang positif.

Untuk melakukan itu, kamu perlu mulai berpikir tentang kegagalan dengan cara yang berbeda.

Baca juga: 5 Keuntungan yang Kamu Dapat dari Kegagalan

Kenali Apa yang Ada dalam Kontrol Kamu
Setelah kamu gagal, wajar jika dirimu penuh oleh amarah. Kamu mungkin marah pada diri sendiri, lingkungan, atau kegagalan itu sendiri.

Semakin marah kamu, semakin besar kendali yang tampaknya kamu bisa miliki. Biasanya kamu mulai menyalahkan orang lain atas kegagalanmu.

Namun, pada titik ini, tidak ada gunanya berfokus pada masa lalu atau apa penyebab gagalnya kamu.

Semakin kamu emosi dengan masa lalu atau berusaha mengendalikan apa yang tidak dapat kamu lakukan, maka semakin sulit menangani kegagalan.

Lantas, apa yang ada dalam kendali kamu setelah mengalami kemunduran atau gagal?

Sederhananya adalah bagaimana kamu bereaksi secara emosional dan apa langkah kamu selanjutnya adalah area utama dalam kendali diri kamu.

Kegagalan telah terjadi, terima saja. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memikirkan masa lalu atau mengasihani diri sendiri.

Saat kamu gagal, cobalah fokus pada area utama berikut ini agar bisa mengubahnya menjadi hal positif:

Pemikiran
Pikiran apa yang muncul di benak kamu saat kamu gagal? Apakah mengkritik diri sendiri atau menggunakan self-talk positif?

Sikap
Bagaimana sikap kamu saat menghadapi kegagalan? Daripada menganggapnya sebagai kekalahan pribadi, lihatlah itu sebagai pengalaman belajar.

Perhatian
Apakah kamu memberi fokus pada masa lalu? Membahas semua hal yang dapat kamu lakukan dengan lebih baik? Atau apakah kamu akan mencurahkan semua perhatian dan energi untuk meningkatkan diri dan maju?**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan