Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juni 19, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Jepang Alami Lonjakan Covid, IOC: Olimpiade Tetap Aman

olimpiadeWarga Jepang di depan stadion Olimpiade. (dok. AlJazeera)

Topcareer.id – Kurang dari 10 minggu sejak dimulainya Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda, Jepang hingga kini masih berjuang dengan wabah virus corona dengan hanya sekitar 1% dari populasi yang divaksinasi.

Namun, penyelenggara telah berjanji kepada para atlet bahwa mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk memastikan Olimpiade berlangsung dengan aman.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach berbicara pada pertemuan komite koordinasi pada Rabu (19/5/2021), mengatakan pejabat Jepang dan Tokyo 2020 akan membuat keputusan yang tepat dalam mengelola situasi, dan risikonya sejauh ini telah dikelola dengan baik.

Bach dan pejabat lainnya, baik dari IOC dan badan olahraga Jepang, menolak kritik, dengan Presiden IOC mengatakan organisasinya telah menawarkan untuk menyediakan personel medis tambahan untuk membantu melakukan tindakan anti-Covid yang ketat bersama pemerintah Tokyo.

Dia menambahkan bahwa 75% orang yang berencana berada di Desa Olimpiade telah divaksinasi, sementara penyelenggara berharap jumlah itu akhirnya lebih dari 80%.

Mengutip CNN, Bach mengatakan rencana yang ada telah diuji dengan atlet asing di beberapa acara tes – tidak ada yang berubah menjadi acara super preader Covid-19.

Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, juga berbicara pada pembukaan pertemuan, mengatakan tujuan sesi Rabu adalah untuk fokus pada perlindungan atlet dan masyarakat. Dia mengatakan dua fokus utama adalah seringnya menguji atlet dan memisahkan mereka dari publik Jepang.

Baca juga: Bos Rakuten: Olimpiade Tokyo Adalah ‘Misi Bunuh Diri’

Awal bulan ini, sebuah petisi online yang menyerukan agar Olimpiade dibatalkan mengumpulkan 350.000 tanda tangan dalam sembilan hari, sementara CEO perusahaan e-commerce Jepang terkemuka Rakuten menyebut rencana untuk menyelenggarakan Olimpiade sebagai “misi bunuh diri”.

Penyelenggara kampanye “Hentikan Olimpiade Tokyo”, Kenji Utsunomiya, mengatakan acara tersebut harus diadakan hanya ketika Jepang dapat menyambut pengunjung dan atlet dengan sepenuh hati.

“Kami tidak dalam situasi itu dan karena itu harus dibatalkan,” katanya dalam jumpa pers, menurut Reuters. “Sumber daya medis yang berharga perlu dialihkan ke Olimpiade jika diadakan.”

Berbicara kepada CNN minggu ini, presiden Atletik Dunia Seb Coe mengatakan dia yakin event ini dapat diselenggarakan dengan aman.

“Haruskah kita mengadakan Olimpiade? Ya, kita harus. Bisakah kita mengadakannya dengan aman dan terjamin? Saya yakin kita bisa,” kata Coe.

“Saya tidak angkuh tentang itu. Tapi saya pikir ada sistem yang sekarang dicoba dan diuji. Kami tahu lebih banyak tentang sistem ini daripada yang kami lakukan setahun lalu,” ujarnya.**(Feb)

Tinggalkan Balasan