Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

5 Cara Memperbaiki Hubungan Persahabatan yang Retak

Topcareer.id – Ketika sebuah persahabatan menemui batu sandungan, kamu akan menghadapi pilihan untuk memperbaikinya atau melepaskannya.

Atau mungkin saja kamu tergoda untuk membiarkan persahabatan itu memudar dengan sendirinya daripada lelah menghadapi konflik.

Jika kamu kehilangan kontak dengan teman baik atau berpisah dalam satu tahun terakhir, mungkin ini saatnya untuk mengatasi kesalahpahaman.

Anggap saja ini sebagai bentuk perawatan diri, karena terjebak dalam konflik yang bisa menguras energi berharga kamu.

Berikut ini lima cara untuk memperbaiki hubungan persahabatan, atau jika itu beracun sebaiknya tinggalkan saja.

1) Renungkan dan tuliskan yang baik
Sebelum menghadapi percakapan yang sulit dengan seorang sahabat, berhentilah sejenak dan renungkan.

Pikirkan momen spesifik bahwa persahabatan ini telah membawa kamu pada kegembiraan atau kesengsaraan.

Gunakan ingatan itu sebagai inspirasi untuk menuliskan hal-hal yang kamu hargai tentang seorang teman.

Bagikan daftar itu dalam percakapan dengan sahabat kamu.

Dan apa pun hasilnya, niat positif akan tetap ada. Bahkan jika masih ada ketegangan dan kamu masih perlu mengambil jeda pertemanan, hal itu akan sangat membantu dalam membangun empati dan saling pengertian.

2) Pilih cara lain untuk berkomunikasi
Jika upaya perbaikan tidak berhasil melalui saluran teknis yang biasa, coba cara lain untuk berkomunikasi.

Cobalah tulis surat untuk sahabat kamu atau kirimi mereka sesuatu yang menurutmu akan mereka sukai.

Pendekatan ini dapat membantu kamu mendapatkan empati dan meningkatkan keterampilan komunikasi.

Baca juga: 6 Zodiak Ini Tawarkan Persahabatan Seumur Hidup

3) Beri waktu dan coba lagi
Orang-orang berbeda dalam cara mereka menangani konflik, jadi ingatlah bahwa kamu mungkin perlu memberi ruang bernapas sebelum mencoba lagi.

Marisa Franco, seorang psikolog dan pakar pertemanan yang berbasis di Washington, DC, mencatat bahwa persahabatan mungkin memerlukan waktu untuk kembali normal setelah konflik.

Penting juga untuk kamu ingat bahwa kamu hanya dapat melakukan apa yang bisa kamu lakukan.

Jika sahabatmu lebih suka untuk tidak memperbaiki konflik, maka kamu bisa bangga pada diri sendiri karena bertindak dengan integritas.

Ingat kamu tidak bisa mengendalikan orang lain, tetapi pada akhirnya, kamu sudah melakukan semua yang kamu bisa.

4) Pertimbangkan gaya pertemanan
Kenyataan pahit dalam menjalin persahabatan adalah kita semua akan berubah saat keadaan dan prioritas kita berubah.

Jika kamu telah mencoba untuk memperbaiki pertemanan dan tidak merasa bahwa segala sesuatunya dapat kembali seperti semula sebelum konflik, coba pertimbangkan gaya pertemanan baru.

Kamu harus pahami bahwa tidak semua persahabatan akana bertahan seumur hidup, dan itu tidak apa-apa.

5) Akhiri saat menurutmu sudah cukup
Terkadang sebuah persahabatan menderita karena miskomunikasi, dan terkadang masalahnya menjadi lebih dalam.

Konflik adalah pembukaan untuk mengkalibrasi ulang dan meningkatkan persahabatan. Jangan menyerah pada persahabatan karena satu masalah.

Tapi kamu juga harus waspada, misalnya, sahabat kamu lebih sering menindas, tidak pengertian, atau kamu merasa energinya terkuras akibat disalahpahami oleh mereka, mungkin ini saatnya untuk mengakhiri, bukan memperbaiki.

Mengevaluasi keseimbangan antara kerugian versus kebaikan sangatlah penting.

Ilmu persahabatan menunjukkan bahwa hubungan yang ambivalen tidak baik untuk kesehatan kamu.

Jujurlah pada diri kamu sendiri tentang kesehatan sebuah persahabatan dan jangan bertahan hanya demi masa lalu.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan