Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

India Minta Medsos Hapus Referensi tentang “Varian India”

Taj Mahal di India. (dok. Deccan Chronicle)

Topcareer.id – Kementerian Teknologi Informasi India telah menulis kepada semua perusahaan media sosial meminta mereka untuk menghapus konten apa pun yang mengacu pada “varian India” dari virus corona.

WHO mengatakan varian virus corona B.1.617 yang pertama kali teridentifikasi di sana masuk klasifikasi sebagai varian yang menjadi perhatian global.

Pemerintah kini mengeluarkan pernyataan bahwa laporan media yang menggunakan istilah “Varian India” tidak berdasar.

Negara itu juga menambahkan bahwa WHO mengklasifikasikan varian tersebut hanya sebagai B.1.617, bukan “Varian India.”

“Ini sepenuhnya SALAH. Tidak ada varian COVID-19 yang dikutip secara ilmiah oleh Organisasi Kesehatan Dunia. WHO belum mengaitkan istilah ‘Varian India’ dengan varian B.1.617 dari virus corona di salah satu negara. laporannya,” kata surat dari Kementerian Teknologi dan Informasi.

Sumber senior pemerintah negara tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa pemberitahuan itu memang untuk mengirim peringatan keras.

Menurut kementerian Teknologi, penyebutan “varian India” seperti itu menyebarkan miskomunikasi dan merusak citra negara.

Namun hingga saat ini Kementerian Teknologi masih belum bisa memberikan komentar lebih lanjut kepada wartawan.

Baca juga: WHO Klasifikasikan Varian Baru Corona asal India sebagai Perhatian Global

Di seluruh dunia, varian virus corona secara umum telah dirujuk oleh dokter dan pakar kesehatan berdasarkan tempat identifikasi virus tersebut. Ini termasuk varian Afrika Selatan dan Brasil.

Seorang eksekutif media sosial mengatakan akan sulit untuk menghapus semua konten yang menggunakan kata kunci tersebut.

Karena ada ratusan ribu posting seperti itu dan langkah tersebut akan mengarah pada sensor berbasis kata kunci di masa mendatang.

Negara dengan kasus COVID-19 dan angka kematian terparah nomer dua di dunia itu menghadapi peningkatan kritik atas penanganannya terhadap pandemi virus corona.

Perdana Menteri Modi dan otoritas negara juga sempat mendapat kritik keras karena tidak merencanakan secara memadai untuk gelombang kedua virus corona yang berlangsung.

India memiliki penghitungan kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia dan telah melaporkan sekitar 250.000 infeksi serta 4.000 kematian setiap hari.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan