Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 4, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Kamera Ultra Cepat Terbaru telah Lahir, 70 Triliun Frame Per Detik

Topcareer.id – Kamera dengan 70 triliun frame per detik. Kedengarannya luar biasa bukan?

Kamera ini dikembangkan di lab Lihong Wang, Profesor Teknik Medis dan Teknik Elektro Bren di Departemen Teknik Medis Andrew dan Peggy Cherng.

Kamera ini mampu mengambil sebanyak 70 triliun frame per detik. Itu cukup cepat untuk melihat gelombang cahaya merambat dan peluruhan molekul fluoresen.

Wang menyebut teknologi kamera ini Compressed Ultrafast Spectral Photography (CUSP). Beberapa hal serupa dengan kamera cepat sebelumnya yang ia buat.

Sebelumnya Wang mengembangkan phase-sensitive Compressed Ultrafast Photography atau pCUP. Mampu mengambil 1 triliun frame per detik objek dan fenomena transparan.

CUSP menggabungkan laser pemancar gelombang laser sangat pendek yang hanya bertahan satu kuadriliun detik dengan optik dan jenis kamera khusus.

Optik memecah pulsa femtosecond individu dari sinar laser menjadi rangkaian pulse yang bahkan lebih pendek, dengan masing-masing pulse tersebut mampu menghasilkan gambar di kamera.

Jadi untuk lebih jelasnya, sistem optic kamera akan membagi pulse ke dalam kilatan yang lebih singkat, kemudian memicu sensor khusus untuk menciptakan gambar. Proses ini terjadi 70 triliun kali per detik.

Baca juga: Siapa Sangka, Mematikan Kamera Saat Zoom Meeting Bisa Selamatkan Bumi

Wang mengatakan kamera itu dapat membuka jalan baru penelitian di bidang fisika fundamental, generasi miniaturisasi semikonduktor, dan ilmu kehidupan.

“Kami membayangkan aplikasi dalam beragam fenomena yang sangat cepat, seperti propagasi cahaya ultrashort, propagasi gelombang, fusi nuklir, transportasi foton di awan dan jaringan biologis, dan peluruhan fluoresen biomolekul,” kata Wang.

Sebuah makalah yang menjelaskan teknologi tersebut, berjudul, “Single-shot ultrafast imaging attaining 70 trillion frames per second.”

Makalahnya terbit di Nature Communications edisi 29 April 2021. Ia menulis bersama rekannya sarjana postdoctoral teknik medis Jinyang Liang.

Liang sebelumnya berasal dari Caltech dan sekarang ada di National Institute of Scientific Research di Quebec, Kanada.

Pendanaan untuk penelitian ini sebagian disediakan oleh National Institutes of Health. Wang juga berafiliasi dengan Tianqiao dan Chrissy Chen Institute for Neuroscience di Caltech.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan