Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Siapa Sangka, Mematikan Kamera saat Zoom Meeting bisa Selamatkan Bumi

Sumber foto: JalanTikusSumber foto: JalanTikus

Topcareer.id – Jika kamu sering menemukan dirimu dalam rapat Zoom di mana orang lain banyak yang tidak perlu melihat wajah kamu, sekarang ada alasan yang bagus untuk mematikan kamera karena ini dapat membantu menyelamatkan Bumi.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Purdue, Yale, dan MIT telah menemukan bahwa satu jam konferensi video mengeluarkan emisi hingga 1 kilogram karbon dioksida.

Dalam makalah baru mereka yang berjudul “The overlooked environmental footprint of increasing Internet use” dan diterbitkan dalam jurnal Resources, Conservation and Recycling, para ilmuwan mencatat bahwa mematikan kamera selama panggilan video selama satu jam dapat mengurangi jejak itu hingga 96%.

Mematikan kamera selama 15 jam pertemuan setiap minggu akan mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 9,4 kilogram per bulan. Jika satu juta pengguna Zoom melakukan ini, mereka akan menghemat 9.000 ton CO2, setara dengan energi bertenaga batu bara yang bisa digunakan oleh kota berpenduduk 36.000 orang pada bulan yang sama.

Baca juga: Jika Dikumpulkan, Jumlah Virus Corona di Dunia setara dengan Sekaleng Soda

Studi baru ini adalah yang pertama meneliti dengan cermat kebutuhan karbon, air, dan lahan dari infrastruktur Internet, termasuk layanan konferensi video yang telah tersebar di mana-mana selama pandemi COVID-19.

“Sistem perbankan memberi tahumu dampak lingkungan yang positif dari penggunaan tanpa kertas, tetapi tidak ada yang memberi tahu kamu manfaat mematikan kamera atau mengurangi kualitas video streaming kamu,” kata direktur studi Kaveh Madani.

“Jadi tanpa persetujuan kamu, platform ini bisa meningkatkan jejak lingkungan kamu,” jelasnya.

Dengan begitu banyak orang tinggal di dalam rumah dan bekerja dari rumah akhir-akhir ini, penggunaan internet dan dampak lingkungannya meningkat pesat.

Sejumlah negara telah melihat peningkatan 20% dalam lalu lintas Internet sejak Maret 2020, dan jika tren ini terus berlanjut pada tahun 2021, peningkatan lalu lintas Internet akan membutuhkan 71.600 mil persegi pohon untuk menyerap karbon tambahan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan