Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Juni 25, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Harga Pangan Global Melonjak ke Level Tertinggi Dalam Satu Dekade

Harga pangan global capai rekor tertinggi dalam satu dekadeSumber foto: job-like.com

Topcareer.id – Harga pangan global naik untuk bulan ke-12 berturut-turut di bulan Mei, naik hampir 40% dari tahun ke tahun (year-on-year), menurut indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Bulan lalu juga merupakan kenaikan bulanan paling tajam dalam harga pangan rata-rata pada lebih dari satu dekade, melonjak 4,8% dari April hingga Mei.

Abdolreza Abbassian, ekonom senior untuk Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, mengatakan permintaan jagung yang mengejutkan di China, kekeringan yang sedang berlangsung di Brasil, dan peningkatan penggunaan minyak nabati, gula, dan sereal secara global telah menyebabkan harga melonjak dengan cepat di seluruh dunia.

“Permintaannya, menurut saya, hampir mengejutkan semua orang. Permintaan ini membutuhkan respons pasokan yang kuat,” kata Abbassian dalam laman CNN Business.

Inflasi global menaikkan harga pada hampir semua hal, mulai dari makanan hingga baja hingga kayu dan energi. Di negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), harga melonjak pada bulan April ke tingkat tertinggi sejak 2008.

Baca juga: 6 Cara Mudah Untuk Berhenti Overthinking

Penggunaan bio diesel yang lebih tinggi dan kenaikan harga global yang moderat untuk daging dan produk susu juga berkontribusi pada kenaikan tajam harga pangan global.

Laporan PBB mengatakan kuotasi minyak sawit internasional mencapai level tertinggi sejak Februari 2011 karena pertumbuhan produksi minyak sawit yang lambat di negara-negara Asia Tenggara dan meningkatnya kebutuhan impor global membuat persediaan rendah di negara-negara pengekspor terkemuka.

“Permintaan di sektor minyak nabati secara umum cukup kuat,” kata Abbassian.

Brasil telah mengurangi ahli jagung dan gulanya di tengah kekeringannya, menurut Abbassian, yang mengatakan spekulasi tentang berapa banyak jagung yang mungkin diproduksi Brasil dan petani di AS musim panas ini dan awal musim gugur menjadi perhatian bagi administrator pasokan makanan.

“Ini adalah pertanyaan besar di benak semua orang saat ini. Di sektor sereal, ada banyak masalah dalam hal apa yang akan terjadi dengan produksi tahun ini. Ada banyak pembicaraan tentang kekeringan di Brasil yang benar-benar mempengaruhi pasar jagung.”

Tinggalkan Balasan