Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Juni 15, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Kabar ‘KILL Covid-19 dan SMA 1 Jakarta gelar Vaksinasi untuk Remaja’ Dipastikan Hoaks

Vaksin. Dok/Tirto

Topcareer.id – Kini tengah beredar kabar di aplikasi pesan singkat maupun media sosial yang memberitahukan bahwa KILL COVID-19 (komunitas pejuang covid) dan SMA 1 Jakarta (Boedoet) akan menggelar program vaksinasi untuk masyarakat berusia 18 tahun keatas di beberapa rumah sakit dengan menggunakan vaksin Astra Zanecca.

Adapun bunyi pesan tersebut adalah:

“Untuk siapapun yg di Jabotabek,
Hayo semua diajak untuk vaksin.
Syarat hanya 18 thn keatas,
punya no tlp, dan KTP bebas.

Setelah acara pencanangan Vaksinasi 5.000 Masyarakat Pancasila pada Hari Lahir Pancasila, KILLCovid diminta membantu percepatan vaksinasi pralansia (program 2-1 dan ber-KTP Nasional) menggunakan vaksin Astra Zeneca. Karena itu, kami mengharapkan para relawan bergiat kembali mencari dan mendata para pralansia untuk bisa mengikuti vaksinasi ini.

Vaksinasi akan dilakukan di beberapa tempat berikut ini:

  1. RS Ukrida dengan kuota 200/hari – mulai tgl 10 Juni
  2. RS Husada dengan kuota 100/hari – hanya hari Kamis & Jumat mulai tgl 10 Juni
  3. RS Carolus Salemba dengan kuota 250/hari – mulai tgl 10 Juni
  4. RS Elizabeth Bekasi
  5. Atma Jaya BSD

Yang punya pembantu, supir, pegawai , dll..
dah divaksin aja….siapapun boleh.
Asal mengikuti syarat di atas.
Agar semua dirumah kita
Herd Imunity

Program ini program nasional pemerintah bersama KillCovid Indonesia dibantu oleh relawan2 dari SMA 1 Jakarta.”

Setelah ditesuri, Ketua Umum KILL COVID-19, Adharta memastikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar.

Baca juga : Update Cakupan Vaksinasi Covid-19: Capai 27 Juta Dosis

“Info tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kill Covid-19,” tulisnya pada Minggu (6/6/2021).

Lebih lanjut Adharta mengatakan, pihaknya memang bertugas membantu pemerintah mensukseskan Vaksinasi Nasional. Namun dalam pelaksanaannya kegiatan ini dipastikan tetap berpedoman pada aturan pemerintah baik itu tentang batasan usia maupun target penerima vaksin.

“Usia yang menjadi sasaran calon penerima vaksin adalah lansia berusia 60 Tahun ke atas, pralansia berusia 50 tahun ke atas dengan komposisi 2 banding 1 pendamping,” jelasnya.

Sebagai penutup, Ardhata pun meminta agar masyarakat tidak meneruskan informasi tersebut, karena tergolong berita hoaks.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan