Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, Juni 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Mau Untung Berkali-kali Lipat dalam Berjualan Online? Ini Tipsnya

Sumber foto: noypigeeksSumber foto: noypigeeks

Topcareer.id – Di tengah pandemi, tak sedikit masyarakat yang mulai banting setir dari pekerjaan mereka yang semula berprofesi sebagai karyawan kantoran, menjadi pedagang yang menjajaki barangnya secara online.

Hal ini dianggap lebih menguntungkan, mengingat kebiasaan masyarakat dalam berbelanja yang sudah mulai berubah yakni lebih senang untuk berbelanja secara online karena tak perlu repot-repot datang ke toko serta mempertimbangkan perbandingan harga yang cukup miring.

Melihat fenomena ini, Dua pebisnis lokal, Maxim dan Kintakun pun rela membagikan tips meraih untung berkali-kali lipat dalam berjualan online.

Hadirkan Inovasi yang Relevan

Meski memiliki toko offline, kedua pebisnis tersebut menyarankan agar kita terus berinovasi yang relevan dengan tren dan kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan memanfaatkan kanal digital dalam berbisnis.

“Selain itu, kita juga harus melakukan inovasi terhadap produk itu sendiri guna mempertahankan pelanggan dan menarik calon pembeli baru,” kata Chief Operating Officer Kintakun, Vincent Saputera pada Selasa (8/6/2021).

Maksimalkan Fitur-fitur Pada Aplikasi Jualan

Menurut Vincent, untuk membuat cakupan pembeli lebih banyak, kita harus memaksimalkan fitur-fitur yang ada di aplikasi jualan. Lebih lanjut, ia menjelaskan salah satu fitur yang bisa dimanfaatkan adalah Bebas Ongkir Extra.

“Dengan adanya fitur ini, pembeli dari berbagai daerah, seperti Maluku dan Papua, tidak perlu khawatir lagi dengan biaya pengiriman,” ungkapnya.

Maksimalkan Potensi Sekitar

Vincent juga mengatakan penting unting kita melihat kondisi dan potensi dari masyarakat sekitar. Sebagai contoh, Vincent menceritakan bahwa ia mulai memantapkan bisnisnya tersebut setelah melihat banyak tetangganya yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Awalnya, ada sebuah pabrik dekat rumah yang bangkrut dan harus merumahkan semua karyawannya. Melihat kondisi ini, kami tergerak menciptakan peluang bisnis dan memberdayakan mereka yang terkena PHK tersebut,” pungkasnya.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Tinggalkan Balasan