Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Mega Donasi Vaksin Terbesar Siap Bantu Lawan Virus corona

vaksinasiIlustrasi vaksin

Topcareer.id – Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa donasi 500 juta dosis vaksin Pfizer ke negara-negara miskin di dunia akan meningkatkan pertempuran melawan virus corona.

Biden, berbicara bersama Kepala Eksekutif Pfizer Albert Bourla di resor tepi laut Inggris di Carbis Bay menjelang KTT G7.

Ia juga berterima kasih kepada para pemimpin lain karena mengakui tanggung jawab mereka untuk memvaksinasi dunia.

“Amerika Serikat menyediakan donasi setengah miliar dosis ini tanpa pamrih. Tanpa pamrih,” kata Biden.

“Donasi vaksin kami tidak termasuk tekanan untuk bantuan, atau konsesi potensial. Kami melakukan ini untuk menyelamatkan nyawa,” kata Biden.

Biden ingin meningkatkan kepercayaan multilateralnya pada perjalanan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin.

Donasi itu sebagai langkah berani yang menunjukkan Amerika mengakui tanggung jawabnya kepada dunia dan warganya sendiri.

“Amerika menjadi gudang vaksin dalam perjuangan melawan COVID-19, sama seperti Amerika adalah gudang senjata demokrasi selama Perang Dunia Kedua,” katanya.

Donasi vaksin terbesar dari AS akan memacu sumbangan lebih lanjut dari para pemimpin G7 lainnya, termasuk Inggris.

Para pemimpin G7 ingin memvaksinasi dunia pada akhir 2022 untuk mencoba menghentikan pandemi COVID-19.

Upaya vaksinasi sejauh ini sangat berkorelasi dengan kekayaan: Amerika Serikat, Eropa, Israel dan Bahrain jauh di depan negara lain.

Sebanyak 2,2 miliar orang telah menerima vaksinasi sejauh ini dari populasi dunia hampir 8 miliar, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins.

Baca juga: Olahraga Virtual Sambil Donasi

Menyelamatkan kehidupan
Produsen obat AS Pfizer dan mitra Jermannya BioNTech telah setuju untuk memasok AS dengan vaksin.

Mereka akan memberikan 200 juta dosis pada tahun 2021 dan 300 juta dosis pada paruh pertama tahun 2022.

CEO Pfizer mengatakan mata dunia tertuju pada pemimpin negara kaya untuk melihat apakah mereka akan bertindak untuk menyelesaikan krisis COVID-19 dengan berbagi kepada negara-negara miskin.

Kelompok kampanye anti-kemiskinan Oxfam menyerukan lebih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi vaksin global.

“Tentunya, 500 juta dosis vaksin ini disambut baik karena mereka akan membantu lebih dari 250 juta orang, tetapi itu masih sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan di seluruh dunia,” kata Niko Lusiani, pemimpin vaksin Oxfam America.

Masalah lain, terutama di beberapa negara miskin, adalah infrastruktur untuk mengangkut vaksin yang penyimpanannya harus pada suhu yang sangat dingin.

GAVI dan WHO menyambut baik inisiatif dari Amerika serikat dan negara G7 atas mega donasi vaksin tersebut.

Washington juga mengambil langkah untuk mendukung produksi lokal vaksin COVID-19 di negara lain, termasuk melalui inisiatif Quad dengan Jepang, India, dan Australia.

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan