Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Selain Cepat Menular, Varian Delta Bisa Pengaruhi Respons Sistem Imun

virus corona

Topcareer.id – Berdasar hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Covid-19 varian B. 1617.2 atau delta telah merebak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr. Gunadi, laporan WGS yang keluar pada 11 Juni lalu ini menjelaskan dari 34 sampel yang diperiksa, 28 di antaranya terkonfirmasi sebagai varian delta. Dari kasus yang terjadi di Kudus menunjukkan kemungkinan besar adanya transmisi lokal varian delta.

“Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus, namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus. Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus,” jelas dr. Gunadi dikutip rilis UGM pada Senin (14/6/2021).

Gunadi mengatakan bahwa varian delta telah ditetapkan WHO menjadi Variant of Concern (VoC) pada tanggal 31 Mei 2021 karena berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat secara global.

Varian ini dimasukan dalam kategori VoC karena memenuhi satu atau lebih dari tiga dampak yang ditimbulkan yakni daya transmisi, tingkat keparahan pasien, dan memengaruhi sistem imun manusia.

Baca juga: Presiden: 7,5 Juta Warga Jakarta Harus Tervaksinasi Pada Agustus

Varian delta telah terbukti menimbulkan dua dampak, yaitu lebih cepat menular dan mampu memengaruhi respons sistem imun manusia. Transmisi yang begitu cepat telah terlihat pada kasus di India dan Kudus itu sendiri.

“Varian delta ini bisa menurunkan respons sistem imun kita terhadap infeksi Covid-19, baik respons imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin,”urainya.

Mengingat dampak yang ditimbulkan varian delta cukup serius, Gunadi meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Hal tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat di Tanah Air, termasuk yang telah melakukan vaksinasi. Sebab, re-infeksi Covid-19 masih bisa terjadi setelah divaksin.

Para ahli percaya varian Delta memicu gelombang besar infeksi yang terlihat di seluruh India selama dua bulan terakhir. Para ahli juga percaya bahwa strain Delta kemungkinan lebih menular.

Tinggalkan Balasan