Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 26, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

China akan Kirim Misi Berisiko Tinggi ke Luar Angkasa

Sumber foto: European Space Agency

Topcareer.id – China akan mengirim tiga astronot ke orbit pada hari Kamis (17/6) dalam misi berisiko tinggi.

Mereka akan meluncurkan Nie Haisheng, Liu Boming dan Tang Hongbo ke orbit di atas pesawat ruang angkasa Shenzhou-12.

Peluncuran akan berlangsung pada pukul 9 pagi waktu setempat pada 17 Juni 2021 dari Jiuquan di provinsi Gansu barat laut.

Nie (56) mantan pilot angkatan udara, akan menjadi astronot China tertua yang pergi ke luar angkasa.

Shenzhou-12 berarti “Kapal Ilahi,” ini misi ketiga dari 11 misi yang dibutuhkan untuk membangun stasiun luar angkasa China.

Konstruksi sudah mulai sejak bulan April 2021 dengan peluncuran Tianhe, yang pertama dan terbesar dari tiga modul.

Awak Shenzhou-12 akan tinggal di Tianhe, yang berarti “Harmoni Surga,” sebuah silinder dengan panjang 16,6 m dan diameter 4,2 m.

Masa tinggal tiga bulan untuk Nie, Liu dan Tang akan menjadi yang terlama bagi astronot China.

“Misi kali ini lebih lama, dan kita tidak hanya harus menyiapkan modul inti ‘rumah’ ini di luar angkasa, kita harus melakukan serangkaian tes teknis penting,” kata Nie kepada wartawan di Jiuquan.

“Misi ini lebih sulit dan tantangannya lebih besar.”

Shenzhou-12 akan menjadi tamasya luar angkasa ketiga Nie, yang kedua untuk Liu (54) dan yang pertama untuk Tang (45).

Pada misi Shenzhou-7 yang pertama Liu pada tahun 2008, dia hampir tidak bisa menanam bendera China di luar pesawat.

“Kami mengalami beberapa situasi berbahaya dan mengalami beberapa kesulitan dalam misi itu,” kata Liu.

“Jumlah waktu yang dihabiskan di luar kabin dalam misi ini jauh lebih lama, dan akan ada banyak putaran aktivitas ekstra-kendaraan. Dengan demikian, misi menjadi sangat kompleks dan sulit.” Jelasnya.

Baca juga: Jeff Bezos akan Terbang ke Luar Angkasa Juli Mendatang

Dilarang dari ISS

Astronot China memiliki profil internasional yang relatif rendah.

Undang-undang AS melarang NASA bekerja sama dengan China, dan astronot China belum pernah mengunjungi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang berusia lebih dari dua dekade.

ISS telah dikunjungi oleh lebih dari 240 pria dan wanita dari berbagai negara di dunia.

ISS dapat dinonaktifkan pada tahun 2024 jika proyek tersebut tidak menerima dana baru, dan China dapat menjadi operator satu-satunya stasiun luar angkasa di orbit Bumi.

Astronot cadangan untuk misi pada hari Kamis (17/6) adalah Zhai Zhigang (54), Wang Yaping (41) dan Ye Guangfu (40).

Misi penerbangan awak terakhir China adalah pada tahun 2016 ketika dua pria Chen Dong dan Jing Haipeng dikirim menggunakan pesawat ruang angkasa Shenzhou-11 ke Tiangong-2, sebuah prototipe stasiun ruang angkasa tempat mereka kemudian tinggal selama sekitar satu bulan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan