Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

CEO Pfizer Prediksi Dunia Kembali Normal Akhir Tahun 2022

Covid-19

Topcareer.id – CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan bahwa dia berekspektasi kehidupan dapat kembali normal untuk negara-negara maju pada akhir tahun ini dan seluruh dunia pada akhir tahun 2022.

Bourla menambahkan, pada akhir tahun depan, harus ada dosis vaksin Covid-19 yang cukup bagi sebagian besar pemimpin dunia untuk berhasil menginokulasi populasi mereka terhadap virus.

“Saya pikir seluruh dunia akan memiliki volume yang cukup (dosis vaksin) pada akhir tahun 2022 untuk memvaksinasi, untuk melindungi semua orang. Dan saya pikir pada akhir tahun ini, negara maju sudah berada dalam situasi ini,” kata dia , dikutip CNBC pada Rabu (16/6/2021).

Bourla menyampaikan, Pfizer dan mitra Jerman BioNTech mencapai tonggak sejarah pembuatan 1 miliar dosis vaksin Covid mereka minggu lalu. Kedua perusahaan berharap untuk memproduksi hingga 3 miliar dosis tahun ini.

Pfizer dan BioNTech sebelumnya berjanji untuk memberikan 2 miliar dosis vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Baca juga: WHO: Varian Delta COVID Telah Menyebar Ke 80 Negara Dan Terus Bermutasi

Sementara, Amerika Serikat telah berkomitmen untuk menyumbangkan 80 juta suntikan Covid dari empat pembuat obat. AS berencana untuk mengalokasikan sebagian besar vaksin melalui COVAX, program berbagi vaksin global yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia.

Bourla mengatakan Pfizer memiliki kontrak dengan lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Sebagian besar dosis vaksin sejauh ini masuk ke negara maju, katanya, karena mereka memesan suntikan terlebih dahulu.

Dia mengatakan dia memperkirakan lebih banyak vaksin didapatkan oleh negara-negara miskin pada paruh kedua tahun ini karena negara-negara maju selesai memvaksinasi populasi mereka.

Bourla menambahkan, perusahaan juga sedang mempersiapkan pembuatan suntikan booster. CEO sebelumnya telah mengatakan kepada CNBC bahwa orang kemungkinan akan membutuhkan dosis booster dalam waktu 12 bulan setelah mendapatkan vaksinasi penuh dan kemungkinan dosis tambahan setiap tahun.

Dia juga menggembar-gemborkan bahwa perusahaan sedang mengerjakan perawatan bagi mereka yang terinfeksi. Bourla mengatakan kepada CNBC pada bulan April bahwa obat oral eksperimental perusahaan untuk mengobati Covid-19 pada tanda pertama penyakit dapat tersedia pada akhir tahun.

Tinggalkan Balasan