Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Menyebar dengan Cepat, Varian Delta Punya Gejala Ini

Varian covid-19COVID-19.

Topcareer.id – Varian delta Covid-19 yang awalnya ditemukan di India kini menyebar ke seluruh dunia dan menjadi strain dominan di beberapa negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian tersebut telah terdeteksi di lebih dari 80 negara dan terus bermutasi saat menyebar.

Penelitian telah menunjukkan varian ini bahkan lebih menular daripada varian lainnya.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa data menunjukkan varian delta sekitar 60% lebih menular daripada varian “alpha.”

Pejabat WHO mengatakan ada laporan bahwa varian delta juga menyebabkan gejala yang lebih parah.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi kesimpulan dari WHO tersebut.

Ada tanda-tanda bahwa varian delta dapat memicu gejala yang berbeda dari untuk diwaspadai terkait COVID-19.

Apa yang harus diperhatikan?
Selama pandemi, pemerintah di seluruh dunia telah memperingatkan bahwa gejala utama COVID-19 adalah demam, batuk terus-menerus, dan kehilangan rasa atau penciuman dengan beberapa variasi.

Daftar gejala terbaru varian delta dari CDC misalnya, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare sebagai kemungkinan gejala infeksi.

Tentu saja ada jutaan orang yang mengidap COVID-19 tanpa gejala sama sekali dengan tingkat penularan tanpa gejala yang masih diselidiki.

Tetapi varian delta tampaknya memicu berbagai gejala yang berbeda, menurut para ahli.

Tim Spector, seorang profesor epidemiologi genetik di King’s College London, menjalankan studi Zoe Covid Symptom.

Sebuah studi berbasis di Inggris memungkinkan masyarakat untuk mendaftarkan gejala COVID mereka pada sebuah aplikasi untuk membantu ilmuwan menganalisis data.

“COVID juga bertindak berbeda sekarang,” kata Spector dalam briefing YouTubenya.

“Ini lebih seperti flu yang buruk pada populasi yang lebih muda ini dan orang-orang tidak menyadarinya dan itu belum ditemukan dalam informasi pemerintah mana pun.” Kata Spector.

“Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas di pengguna aplikasi dan mereka tidak sama seperti sebelumnya.” Ujarnya.

“Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti oleh sakit tenggorokan, pilek dan demam.” Tambahnya.

Baca juga: WHO Peringatkan Delta Jadi Varian Covid-19 yang Tercepat dan Terkuat

Gejala COVID “tradisional” seperti batuk dan kehilangan penciuman sangat jarang sekarang, orang yang lebih muda juga lebih banyak pilek biasa.

Varian alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris menyoroti munculnya serangkaian gejala yang lebih luas.

Ada studi terhadap lebih dari satu juta orang di Inggris dalam studi REACT (yang melacak transmisi komunitas virus di Inggris).

Studi tersebut mengungkapkan gejala tambahan yang terkait dengan virus corona termasuk kedinginan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan nyeri otot, di samping gejala klasik.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan