Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 24, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Satgas COVID-19 Soroti Angka Kesembuhan yang Lebih Rendah dari Kasus Baru

Ilustrasi. Dok/Pixabay

Topcareer.Id – Pada 21 Juni 2020, kasus penularan COVID-19 di Indonesia mencetak rekor lewat kenaikan kasus harian tertinggi selama pandemi, yang mencapai angka 14.536.

Tak hanya itu, selama lima minggu terakhir, kasus baru selalu tercatat lebih tinggi dibandingkan angka kesembuhan, dengan puncak selisih 17.391 kasus untuk pekan ini.

Menanggapi hal itu, koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan perlunya perbaikan dalam hal penanganan.

“Angka kesembuhan yang lebih rendah dibandingkan kasus positif perlu
menjadi target utama perbaikan penanganan COVID-19,” jelas Wiku.

Berdasarkan data per 20 Juni 2021, terdapat enam provinsi yang memiliki gap paling besar antara kasus positif dengan angka kesembuhan.

Keenam provinsi ini berasal dari pulau
jawa yaitu:

  • DKI Jakarta (selisih 13.032 kasus);
  • Jawa Tengah (selisih 7.171 kasus);
  • Jawa Barat(selisih 6.670 kasus);
  • Jawa Timur (selisih 2.239 kasus);
  • DI Yogyakarta (selisih 2.131 kasus); dan
  • Banten (selisih 878 kasus).

Selain tingginya gap antara kasus positif dengan angka kesembuhan, Satgas juga menyoroti enam provinsi yang memiliki kasus aktif tertinggi, yaitu:

  • Jawa Barat (29.784 kasus aktif);
  • DKI Jakarta (11.411 kasus aktif);
  • Jawa Tengah (10.050 kasus aktif);
  • Papua (8.799 kasus aktif);
  • Riau (6.291 kasus aktif); dan
  • Kepulauan Riau (3.431 kasus aktif).

Baca juga: WHO Peringatkan Delta Jadi Varian Covid-19 yang Tercepat dan Terkuat

Terkait hal itu, Satgas meminta kepada seluruh provinsi tersebut untuk segera memperbaiki kondisi COVID-19
di wilayahnya melalui evaluasi kebijakan yang diterapkan terkait kegiatan masyarakat.

Hal ini termasuk menyesuaikan aturan kapasitas kantor, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat makan, tempat wisata, serta fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi titik penularan COVID-19.

Selanjutnya, Satgas juga meminta daerah untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien COVID-19 di fasilitas rujukan.

Salah satunya menerapkan strategi “early over treatment,” sesuai rekomendasi dari 5 organisasi profesi kedokteran (Perdatin, PDPI, PAPDI, IDAI, dan PERKI).

Pasien rumah sakit yang sudah mengalami perbaikan gejala dapat segera dirujuk untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah, agar kapasitas rumah sakit menjadi lebih besar dan mampu menampung pasien dengan
gejala sedang-berat lainnya.

“Selain itu, dapat juga dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit, atau menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien,” ujar Wiku.

“Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan
penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka
kesembuhan di tingkat nasional.”

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan